Apabila kepala desa yang bersangkutan memang benar terbukti bersalah, maka pemerintah mengambil langkah untuk memberhentikan sementara sampai proses itu mempunyai kekuatan hukum tetap.

Ilex Vis – Pemkab Banyuwangi masih menunggu dokumen resmi dari Polres Banyuwangi, terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan Tim Saber Pungli terhadap Kepala Desa Tegalarum Kecamatan Sempu Banyuwangi, Ahmad Turmudi, atas dugaan Pungli Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Asisten Administrasi Pemerintahan pada Pemkab Banyuwangi, Choiril Ustadi mengaku hingga saat ini pihaknya masih belum menerima surat pemberitahuan dari pihak kepolisian terkait OTT yang menimpa oknum kepala desa tersebut.

“Kami hanya mendengar saja kasus itu, namun pemerintah membutuhkan dokumen resmi pemberitahuan mengenai sebenarnya kasus apa yang melilit Kepala Desa Tegalarum hingga terkena OTT,” ujar Ustadi.

“Jika sudah ada pemberitahuan resmi, maka secara kedinasan Pemkab Banyuwangi akan mengambil berbagai langkah yang tentunya sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur pengangkatan dan pemberhentian kepala desa,” imbuhnya.

Ustadi menjelaskan, apabila kepala desa yang bersangkutan memang benar terbukti bersalah, maka pemerintah mengambil langkah untuk memberhentikan sementara sampai proses itu mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Kami sudah mendapat laporan dari Camat Tegaldlimo mengenai adanya salah satu oknum kepala desa di wilayahnya yang terkena OTT, namun pemerintah belum mengetahui secara pasti alasan tim Saber Pungli melakukan OTT tersebut,” ujar Ustadi.

Dia mengaku masih menunggu laporan dokumen dari pihak kepolisian, sehingga nantinya bisa di ketahui permasalahan apa yang di lakukan kepala desa itu hingga terkena OTT.

Dan setelah di lakukan penyidikan lebih lanjut, nantinya kepolisian akan mengeluarkan status dari kepala desa yang bersangkutan.

“Dari dasar status inilah, kami akan mengambil langkah berupa pemberhentian sementara. Dan roda pemerintahan desa secara otomatis di laksanakan oleh Sekretaris Desa sampai ada penunjukan pejabat sementara Kepala Desa oleh Camat setempat, setelah berkomunikasi dengan pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD),” papar Ustadi.

Sebelumnya, Kades Tegalarum Kecamatan Sempu Banyuwangi, Ahmad Turmudi tertangkap Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Tim Saber Pungli) atas dugaan pungli Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Dia tertangkap bersama 2 orang panitia PTSL, atas laporan dari masyarakat yang mengaku mengurus sertifikat tanah di mintai sejumlah uang.

Padahal dari program PTSL itu, tanah tanah milik rakyat yang belum memiliki tanda sah kepemilikan akan di sertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui program tersebut tanpa dipungut biaya atau gratis.

Pemkab Banyuwangi menetapkan enam desa yang menjadi lokasi awal pelaksanaan program ini, yaitu Desa Tegalarum dan Desa Karangsari Kecamatan Sempu, Desa Tapanrejo dan Sumberberas Kecamatan Muncar, Desa Purwodadi Kecamatan Gambiran, dan Desa Bangorejo Kecamatan Bangorejo. Dan rupanya, Desa Tegalarum tersebut merupakan satu dari 6 desa yang menjadi percontohan dari Pemkab Banyuwangi.

Hingga kini, oknum kepala desa dan kedua panitia PTSL tersebut statusnya masih sebagai saksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *