Setelah terbuka, pelaku mengambil 3 kaset atau tempat menaruh uang di dalam brankas ATM hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit.

Ilex Vis – Kepolisian mengamankan barang bukti uang senilai Rp 520 juta dari tangan pelaku pembobol ATM di Banyuwangi, yang sebelumnya di sembunyikan di rumah mertuanya di Bogor – Jawa Barat setelah melakukan aksinya.

Pelaku adalah Fiqi Taufiqurrohman (23) warga Jalan KH.Harun 35 RT.2 RW.1 Kelurahan Tukang Kayu Kecamatan Banyuwangi, yang merupakan karyawan dari perusahaan vendor pengisian uang, yang selama ini bertugas sebagai Scheduller atau Monitoring untuk melihat jumlah uang yang ada di ATM.

Sebelumnya, pada Sabtu 18 Februari 2017 sekira pukul 03.30 wib, pelaku mendatangi ATM BRI yang ada di area Rumah Sakit Yasmin di kawasan Jalan Letkol Istiqlah Banyuwangi sambil mengendarai sepeda motor Honda Beat putih bernopol P 4312 YB.

Saat akan masuk ke dalam ATM, pelaku menggunakan jas hujan warna ungu dengan tutup kepala payung, padahal saat itu tidak terjadi hujan. Ini upaya pelaku untuk menutupi wajahnya dari sorotan kamera CCTV yang ada di TKP. Selanjutnya, pelaku membuka bankas ATM tersebut menggunakan kunci Faskia atau kunci mesin ATM yang sudah di gandakan serta membuka dengan kunci tombak mesin ATM BRI kalibaru.

Setelah terbuka, pelaku mengambil 3 kaset atau tempat menaruh uang di dalam brankas ATM hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit. Setelah berhasil,pelaku membawa ke 3 kaset berisi uang sejumlah Rp 549 juta tersebut ke arah barat di wilayah Kelurahan Penataban Kecamatan Giri, yang selanjutnya berbelok ke arah jembatan kalilo Kelurahan Kepatihan.

Disini, pelaku membuka ke 3 kaset itu lalu memasukkan seluruh uang ke dalam jok sepeda motornya, sedangkan ke 3 kasetnya di buang ke aliran sungai Kalilo beserta uang tunai Rp 20 Juta, yang di percayainya untuk membuang sial. Setelah di hitung di rumahnya, rupanya sisa uang itu adalah Rp 529 Juta.

Ke esokan harinya, Minggu (19/2), pelaku mengajak istrinya bernagkat ke rumah istrinya di Bogor – Jawa Barat untuk menyembunyikan uang tersebut.

Kapolres Banyuwangi AKBP Agus Yulianto mengatakan, sisa uang sekitar Rp 520 juta di simpan di rumah mertuanya, sedangkan Rp 9 Juta di gunakan sebagai biaya transportasi ke Bogor dengan menumpang pesawat.

“Pada Rabu (22/2), pelaku beserta istrinya pulang ke rumahnya di Banyuwangi dan kepolisian pun melakukan penangkapan,” ujar Kapolres.

“Saat di tangkap di rumahnya, pelaku mengaku sisa uang Rp 520 Juta di simpan di rumah mertuanya di Bogor dan kepolisian pun mengejar ke lokasi yang di maksud pelaku, hingga berhasil di amankan seluruh barang bukti tersebut,” imbuhnya.

Di hadapan petugas, pelaku mengaku telah merencanakan pencurian tersebut sejak Desember 2016 lalu dengan menggandakan kunci mesin ATM, karena dia di percaya perusahaannya untuk memonitoring dan mengisi uang di mesin ATM.

“Rencananya uang itu akan saya gunakan untuk membuka usaha karena saya berencana hendak keluar dari perusahan tempat saya bekerja,” pungkas tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *