Anggota dewan yang tidak mengambil dana reses beranggapan, proses serap aspirasi sudah dilakukan secara rutin.

Daus VIS- Di awal tahun 2017 ini, anggota DPRD memasuki masa reses atau kegiatan kerja diluar masa sidang, untuk turun kebawah melakukan serap aspirasi masyarakat. Masa reses tersebut dilakukan oleh anggoat dewan pada hari Sabtu dan Minggu.

Ketua DPRD Banyuwangi, Made Cahyana Negara menuturkan, memasuki bulan januari dan februari tahun ini, adalah masa dimana anggota dewan melakukan reses. Dalam reses tersebut, anggota dewan terjun menemui konstituennya masing-masing untuk melakukan serap aspirasi, sebagai persiapan dalam melakukan pembahasan perubahan anggaran APBD 2017.

Karena dalam serap aspirasi tersebut, masing-masing anggota dewan mempertanyakan program kegiatan kepada konstituennya yang perlu direalisasikan dalam perubahan anggaran nanti. Sedangkan dalam proses reses tersebut, tiap anggota dewan diberikan anggaran Rp. 10 juta lebih untuk melakukan kegiatan serap aspirasi masyarakat, berupa rapat terbuka dengan mengahdirkan sedkitnya 200 orang yang menjadi konstituen anggota dewan.

Namun demikian kata Made, dalam proses reses ini, ternyata tidak semua anggota dewan mengambil anggaran reses yang disediakan, karena sebagian anggota dewan yang tidak mengambil dana reses tersebut beranggapan, proses serap aspirasi sudah dilakukannya secara rutin dengan cara dan mekanisme yang berbeda.

Made menambahkan, DPRD memberi ruang kepada anggotanya untuk mengambil atau tidak dana reses yang disediakan. Jika tidak diambil, maka dikembalikan ke kas daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *