Home / News / Homestay Menjamur, PHRI Minta Pemerintah Tegas

Homestay Menjamur, PHRI Minta Pemerintah Tegas

Pendirian home stay selama ini regulasi atau perijiannnya tidak jelas.

Daus VIS- Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Banyuwangi berharap pemerintah daerah bersikap tegas terhadap menjamurnya home stay di Banyuwangi, dengan menerapkan aturan dan batasan biaya sewa terhadap home stay. Karena keberadaan home stay selama Ini, telah memunculkan persaingan tidak sehat, terhadap bisnis penginapan, hingga merugikan pengusaha hotel.

Ketua PHRI Banyuwangi Zaenal Muttaqin menuturkan, selama ini banyak bermunculan home stay atau Guest House di Banyuwangi, bahkan sejumlah rumah kos juga berganti manajemen dengan menerapkan biaya sewa harian kepada tamu yang datang. Keberadaan Home stay ini, memiliki fasilitas yang sama dengan hotel, dengan biaya yang sangat murah. Padahal, pendirian home stay selama ini, regulasi atau perijiannnya tidak jelas yang dipastikan tidak memberikan kontribusi kepada daerah.

Sedangkan disisi lain, berbagai kemudahan yang didapat oleh pengusaha home stay, berbeda jauh dengan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengusaha hotel. Yang mana pengusaha hotel harus mengajukan ijin pendirian hotel serta ditari pajak retribusinya setiap tahun oleh pemerintah daerah. Bahkan di tahun 2016 lalu, 60 hotel yang tergabung di PHRI Banyuwangi sudah menyumbangkan 5 milyar lebih pajak dan retribusinya kepada pendapatan daerah.

Kebijakan yang timpang antara pengusaha hotel dan pengusaha home stay ini, dinilai sangat memberatkan pengusaha hotel. Terlebih kata zaenal, tingkat hunian hotel di hari biasa selaian hari libur, cenderung menurun, yang salah satunya disebabkan oleh banyaknya home stay di Banyuwangi.

Zaenal berharap kepada pemerintah daerah, menerapkan aturan yang sama kepada pengusaha home stay agar segera mengurus perijinan dan memberlakukan penyesuaian tarif sewa kamar. Karena tanpa dibebani biaya perijinan dan tidak dipungut pajak membuat pengusaha home stay menarik tariff murah. Sedangkan murahnya sewa home stay ini, membuat munculnya persaingan usaha penginapan yang tidak sehat, yang dinilai sangat merugikan pengusaha hotel yang selama ini sudah memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Sebelumnya, pemkab Banyuwangi memastikan, tidak semua tempat hunian atau tempat kos bisa dijadikan sebagai home stay, dengan sewa harian seperti hotel. Karena home stay adalah tempat penginapan yang lokasinya dekat dengan tempat wisata. Mengatasi menjamurnya home stay tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata banyuwangi akan menertibkan home stay di Banyuwangi. Penertiban ini akan dilakukan karena banyak bangunan liar digunakan untuk home stay. Menurut Plt Kepala dinas kebudayaan dan pariwisata banyuwangi M.Yanuarto Bramuda, Ke depan pemerintah daerah akan membuat aturan bagi home stay dan melakukan pendekatan dengan pengelola home stay yang ada di lokasi objek wisata untuk ikut serta berkontribusi bagi pendapatan asli daerah. Mengingat selama ini, keberadaan home stay yang mulai ramai di kota gandrung ini, belum ada kontribusi kepada daerah, karena memang belum ada regulasi yang mengaturnya.

About farizkurnia

Check Also

Kunjungi Agro Expo, Mendes PDT Apresiasi Upaya Banyuwangi ini

radiovisfm.com, Banyuwangi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *