Home / News / Istri Jadi TKW, Suami Setubuhi Anak SMP

Istri Jadi TKW, Suami Setubuhi Anak SMP

Korban merupakan anak dari kalangan keluarga yang kurang mampu.

Ilex Vis – Seorang peternak ayam petelur di Banyuwangi di tangkap kepolisian, setelah di laporkan berbuat asusila terhadap anak di bawah umur, di duga kesepian karena di tinggal istrinya menjadi TKW.

Dia adalah Rudi Hartono (42) warga Dusun Krajan Desa Sumber Kencono Kecamatan Wongsorejo, telah memiliki seorang anak bernama Rahmad (15) dan duduk di bangku kelas 3 SMP.

Sementara Asrini, istri pelaku, bekerja menjadi TKW di Taiwan sejak tahun 2016 untuk yang kedua kalinya. Pasalnya, sebelumnya juga bekerja di negara yang sama selama 3 tahun.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi Iptu Kusmin melalui Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo, Iptu Siswanto mengatakan, yang menjadi korban dari aksi bejat pelaku adalah PR berusia 14 tahun dan masih duduk di bangku kelas 2 pada salah satu SMP di wilayah setempat.

“Korban merupakan anak dari kalangan keluarga yang kurang mampu. Dan untuk membiayai sekolahnya, korban bekerja sebagai pemungut telur ayam dan bebek di rumah pelaku dengan gaji yang di janjikan sebesar Rp 1 juta per bulan,” papar Iptu Siswanto.

Namun rupanya, selama bekerja tersebut, korban menginap di rumah pelaku dan mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelaku hingga terjadi perbuatan layaknya pasangan suami istri di antara mereka.

“Dalam waktu 2 bulan, korban hanya di bayar Rp 1 Juta oleh pelaku yang tidak sesuai dengan perjanjian semula,” imbuh Iptu Siswanto.

Di duga karena merasa tertekan, dalam setiap hari korban selalu gelisah di dalam kelasnya dan selalu berkeinginan untuk pulang ke rumah orang tuanya.

“Karena merasa curiga, gurunya pun berusaha untuk memintai keterangan korban hingga akhirnya dia mengakui kalau selama ini pelaku telah berbuat asusila terhadapnya,” bebernya.

Setelah terjadi kesepakatan antara guru dan orang tua korban, mereka pun melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian hingga pelaku di tangkap.

“Dari keterangan korban maupun pelaku di waktu yang berbeda, mereka mengakui perbuatan itu telah terjadi selama 10 kali dalam rentan waktu selama November 2016 hingga Maret 2017,” tutur Iptu Siswanto.

Setelah pelaku di tangkap kepolisian, korban pun bersedia untuk kembali ke sekolah, setelah sebelumnya dia enggan pergi ke sekolah karena merasa tertekan.

Dan sebagai barang bukti, beberapa potong pakaian milik korban dan pelaku di amankan kepolisian, beserta hasil visum korban dari tim medis.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 Milyar .

About farizkurnia

Check Also

Kunjungi Agro Expo, Mendes PDT Apresiasi Upaya Banyuwangi ini

radiovisfm.com, Banyuwangi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *