Home / News / Guna Peningkatan Kualitas Kantor Lelang Terapkan Aturan Baru

Guna Peningkatan Kualitas Kantor Lelang Terapkan Aturan Baru

Kantor lelang menerapkan aturan untuk tidak menampilkan urutan nilai penawaran yang diajukan rekanan melalui laman LPSE Banyuwangi.

Daus VIS- Sebagai upaya peningkatan kualitas proyek pembangunan di Banyuwangi sekaligus menghindari adanya kong kalikong antara rekanan kontraktor, kantor lelang menerapkan aturan untuk tidak menampilkan urutan nilai penawaran yang diajukan rekanan melalui laman LPSE Banyuwangi.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh sekretaris Kantor Unit Lelang Pengadaan Barang dan Jasa atau ULP Banyuwangi, Rahmad Basuki, pada Kamis siang (27/4/17) saat menerima kunjungan anggota komisi 4 DPRD Banyuwangi yang melakukan inspeksi untuk mengetahui pelaksanaaan jalnnya proses lelang secara online yang dilakukan kantor lelang.

Rahmad menuturkan, saat ini para rekanan yang sudah menawar pekerjaan melalui website LPSE Banyuwangi, tidak bisa melihat besaran nilai penawaran yang diajukan rekanan lain, di masa pengumuman seperti saat ini. Karena panitia lelang sengaja tidak menampilkan nilai penawaran di website LPSE atau nilai penawaran di masing masing paket pekerjaan sebagaimana biasanya. Karena nantinya, panitia lelang hanya akan mengumumkan penawar terendah urutan satu hingga tiga saja, untuk diundang klarifikasi di kantor lelang, saat masa klarifikasi berlangsung.

Pria yang akrab disapa Mamak ini yakin, kebijakan yang diambilnya tidak akan menabrak aturan. Karena hal ini menjadi kearifan lokal panitia lelang kabupaten Banyuwangi, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lelang barang dan jasa. Karena selama ini disinyalir, jika penawar terendah diumumkan secara terbuka saat masa pengumuman, terjadi kong kalikong atau dikenal istilah pengkondisian antar rekanan, dengan saling tukar paket proyek pekerjaan antara rekanan yang menjadi peserta lelang. Bahkan terkadang, ada rekanan yang menjadi penawar terendah, sengaja menjual paket proyeknya kepada rekanan lain, dengan harga tertentu.

Kondisi saling tukar pekerjaan ini diakui Mamak memang tidak terlihat di permukaan, namun dikalangan kontraktor, proses saling tukar pekerjaan ini, menjadi hal yang umum terdengar, dan berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan proyek pembangunan di Banyuwangi. Rahmad Basuki menambahkan, kebijakan tidak menampilkan nilai penawaran terendah di website LPSE, menjadi kebijakan baru yang diterapkan panitia lelang. Nantinya kedepan akan dievaluasi apakah kebijakan ini efektif atau tidak untuk terus dijalankan.

About farizkurnia

Check Also

Ditengah Rintik Hujan, Ribuan JCH Banyuwangi Diberangkatkan

radiovisfm.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberangkatkan ribuan jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *