Home / News / SAS Banyuwangi Masuk Top 99 Inovasi Kemenpan RB

SAS Banyuwangi Masuk Top 99 Inovasi Kemenpan RB

Pemkab Banyuwangi juga menggulirkan program Beasiswa Banyuwangi Cerdas, yakni bantuan biaya pendidikan gratis bagi siswa tidak mampu namun berprestasi.

Ilex Vis – Program Inovasi Pendidikan Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang di gulirkan Pemkab Banyuwangi masuk dalam Top 99 dari 3600 Inovasi terbaik se Indonesia.

Penilaian inovasi ini merupakan kebijakan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Dan pada 3 Mei 2017 mendatang akan di lakukan seleksi untuk mencari 40 inovasi terbaik se Indonesia, untuk mendapatkan reawerd dari Presiden Jokowi.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiyono mengatakan, penilaian yang di lakukan ini sangat dalam dan detail, termasuk dampak dari sebelum dan sesudah di gulirkannya program tersebut yang di rasakan oleh siswa siswi.

“Misalnya, anak putus sekolah menjadi tidak putus sekolah ataupun anak yang tidak bisa sekolah menjadi sekolah,” ujar Sulihtiyono.

Siswa Asuh Sebaya (SAS) itu sendiri adalah sebuah program kepedulian oleh para siswa didik mampu untuk membantu siswa yang tidak mampu. Sejak dilaunching 2013 hingga saat ini, telah terkumpul dana Rp 9,5 miliar.

Dari jumlah ini, 90 persennya telah terdistribusi untuk membantu meringankan biaya pendidikan anak yang tidak mampu.

Di bidang pendidikan Pemkab Banyuwangi juga menggulirkan program Beasiswa Banyuwangi Cerdas, yakni bantuan biaya pendidikan gratis bagi siswa tidak mampu namun berprestasi, yang diberikan kepada siswa dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

Anggaran Program Beasiswa Banyuwangi Cerdas pada 2016 dialokasikan Rp 3,75 miliar dari APBD untuk mahasiswa yang berprestasi tidak mampu, mahasiswa yatim piatu, dan penyandang disabilitas berprestasi. Total sejak 2011, beasiswa yang telah disalurkan mencapai Rp 14,4 miliar untuk membiayai 700 anak muda berprestasi yang kuliah di berbagai perguruan tinggi, baik di Banyuwangi maupun luar Banyuwangi.

Sementara itu, bagi mereka yang tidak bisa melanjutkan sekolah, Pemkab telah menyiapkan jaring dalam sebuah program Gerakan Daerah Angkat Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh). Hingga akhir 2016 lalu telah mampu meluluskan 5.098 siswa yang putus sekolah.

Banyuwangi juga memiliki program pemerataan pendidikan yang dirangkai dalam Gerakan Banyuwangi Mengajar. Para fresh graduate diajak untuk mengabdikan ilmunya di daerah pelosok. Di bawah keterbatasan akses dan fasilitas, para anak muda ini ditantang untuk bisa mengamalkan ilmunya.

Program ini telah diikuti 50 pengajar muda yang mayoritas mahasiswa asal Banyuwangi. Mereka ditempatkan di seluruh desa pelosok.

About farizkurnia

Check Also

Ditengah Rintik Hujan, Ribuan JCH Banyuwangi Diberangkatkan

radiovisfm.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberangkatkan ribuan jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *