Home / News / 126 PTT Bidan Resmi Jadi CPNS

126 PTT Bidan Resmi Jadi CPNS

Mereka tidak hanya di tuntut bekerja memenuhi kewajiban di puskesmas atau dimana pun tempat mereka bekerja, namun juga bisa menjadi garda depan penanganan anak fizi buruk, ibu hamil beresiko tinggi dan sebagainya.

Ilex Vis – Sebanyak 126 Pegawai Tidak Tetap (PTT) Bidan di Banyuwangi statusnya resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Peningkatan status para bidan tersebut di tandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) CPNS oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi, Sih Wahyudi mengatakan, awalnya para bidan itu merupakan PTT Kementrian Kesehatan (Kemenkes) yang di tugaskan di Banyuwangi.

“Rata rata mereka sudah bekerja di Bumi Blambangan selama 9 hingga 13 tahun,” ujar Sih Wahyudi.

Sebenarnya jumlah PTT Bidan Kemenkes yang di tugaskan di Banyuwangi mencapai 157 orang. Namun pada Juni 2016 lalu mereka mengikuti tes yang di gelar Kemenkes di Surabaya.

“Dari 157 PTT Bidan yang mengikuti tes tersebut 126 di antaranya di nyatakan lulus. Mereka yang saat ini mendapat SK pengangkatan CPNS,” imbuhnya.

Sedangkan 31 PTT lainnya menurut Sih Wahyudi, di nyatakan tidak lulus dan masih menjadi honorer pemerintah pusat yang di tugaskan di Banyuwangi. Hal ini salah satunya di akibatkan karena usia mereka lebih dari 35 tahun. Sementara berdasarkan peraturan PNS, para bidan yang di terima sebagai CPNS maksimal berusia 35 tahun.

“Setelah menerima SK CPNS, para bidan tersebut beralih status dari PTT Kemenkes menjadi pegawai Pemkab Banyuwangi, sehingga penempatan mereka menyesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah,” tutur Sih Wahyudi.

“Penyerahan SK pengangkatan CPNS bidan tersebut merupakan yang tercepat di Jawa Timur. Dan penyerahannya sengaja di kebut agar para bidan bisa mendapatkan honor sebagai CPNS per 1 Mei 2017,” kata Sih Wahyudi.

Sebelumnya saat menjadi PTT, honor yang di terima para bidan sebesar Rp 600 ribu perbulan. Namun setelah menjadi CPNS, honor mereka meningkat hingga Rp 2 juta per bulan.

Bupati Anas mengatakan, penyerahan SK CPNS para bidan tersebut sengaja di lakukan meskipun long weekend yang di nilai bukan alasan untuk menunda penyerahan itu.

“Kerja para bidan tidak mengenal waktu, kapan pun ada warga yang membutuhkan pertolongan mereka selalu siap menolong,” ujar Bupati Anas.

“Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para bidan,” imbuhnya.

Bupati Anas berharap, setelah menerima SK CPNS, para bidan tersebut bisa menjalankan fungsi yang lebih luas. Mereka tidak hanya di tuntut bekerja memenuhi kewajiban di puskesmas atau dimana pun tempat mereka bekerja, namun juga bisa menjadi garda depan penanganan anak fizi buruk, ibu hamil beresiko tinggi dan sebagainya.

“Tidak hanya itu, para bidan yang tersebar di pelosok Banyuwangi tersebut di harapkan bisa menjadi mata dan telinga pemkab untuk melaporkan kemungkinan adanya ibu hamil beresiko tinggi ataupun jika ada anak yang putus sekolah,” pungkas Bupati Anas.

About farizkurnia

Check Also

Ditengah Rintik Hujan, Ribuan JCH Banyuwangi Diberangkatkan

radiovisfm.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberangkatkan ribuan jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *