Home / News / Mantan Kades Sebut Konspirasi Jahat Menyerangnya

Mantan Kades Sebut Konspirasi Jahat Menyerangnya

Masbudi sebut pelaporan dirinya adalah langkah politik lawan untuk menjegalnya.

Daus VIS- Terkait laporan dugaan penyelewengan anggaran dan dugaan pungli program Prona, mantan Kepala Desa Cantuk, Masbudi, menyebut ada konspirasi jahat antara warga dan oknum Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, untuk menjebloskan dia kedalam sel tahanan. Termasuk sebagai langkah politik dari lawannya untuk menjegal dia dalam pencalonan Pemilihan Kepala Desa mendatang.

Masbudi menuturkan, apa yang dilakukan oleh sebagian kecil warga Cantuk yang melaporkannya ke polres dan kejaksaan atas berbagai tudingan yang dialamatkan kepadanya, merupakan tindakan personal, dan bukan atas nama warga Cantuk. Karena sebagian besar warga Cantuk masih percaya jika laporan yang dilakukan sebagian kecil warga Cantuk ke polres dan kejaksaan itu tidak benar dan hanya sebuah fitnah. Bahkan Masbudi menuding, laporan tersebut menjadi salah satu langkah politik sebagai upaya mereka agar dirinya tidak bisa mencalonkan diri kembali dalam Pilkades bulan november mendatang.

Sedangkan selama ini, laporan keterangan pertanggungjawaban atau LKPJ selama dirinya menjabat kepala desa tidak pernah ada cacat atau temuan penyimpangan anggaran. Bahkan selama menjabat kades, Masbudi mengaku telah mendapat sejumlah penghargaan dari Bupati, yang juga mengharumkan nama desa Cantuk sendiri. Termasuk suksesnya berbagai pembangunan yang menjadi kebutuhan warga desa Cantuk. Seperti pembangunan jembatan yang menghubungkan dusun Cantuk bagian utara dan dusun Cantuk wilayah selatan.

Masbudi menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah menyelewengkan dana pengelolaan tanah kas desa. Bahkan pelaporannya selama ini selalu terbuka dihadapan warga ataupun anggota BPD sendiri termasuki syamsuri yang melaporkannya ke polres dan kejaksaan.

Terkait tudingan bahwa dirinya melakukan pungli dan program Prona, Masbudi membantah keras hal tersebut. Karena selama ini proses penanganan program prona dikoordinir oleh kelompok masyarakat atau Pokmas desa Cantuk yang dibentuk oleh masyarakat sendiri. Dari situ, tidak pernah ada aliran dan kepada kepala desa. Bahkan Masbudi menantang pihak yang melaporkan dirinya, untuk membeberkan bukti bukti yang dimiliki, jika dia melakukan penyelewengan anggaran pengelolaan tanah kas desa, atau tudingan pungli program prona kepada warga.

Masbudi menambahkan, dirinya siap mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan yang dilaksanakan selama dirinya menjabat kepala desa. Karena apa yang dilakukannya selama ini selalu terbuka kepada masyarakat, yang direspon positif oleh sebagian besar warga desa Cantuk sendiri. “ Polemik ini semata kental sekali dengan politik apalagi jelang Pilkades, saya punya bukti otentik terkait tuduhan yang ada”, kata Masbudi.

About farizkurnia

Check Also

Ditengah Rintik Hujan, Ribuan JCH Banyuwangi Diberangkatkan

radiovisfm.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberangkatkan ribuan jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *