Home / News / Menpar : Banyuwangi Terus Berkreasi Agar Jadi Hub Pariwisata

Menpar : Banyuwangi Terus Berkreasi Agar Jadi Hub Pariwisata

Kalau dalam satu kawasan sudah ada hub-nya, maka akan sangat sulit daerah lain di sekitarnya menjadi hub yang baru.

Ilex Vis – Menteri Pariwisata, Arief Yahya mendorong Kabupaten Banyuwangi untuk terus berkreasi, agar bisa menjadi Hub pariwisata bagi daerah sekitarnya, seperti Situbondo, Bondowoso dan Jember.

Adapun dengan Bali, Banyuwangi harus bisa mengambil manfaat dengan mendapat limpahan dari wisatawan yang datang ke Pulau Dewata itu yang jumlahnya mencapai 4 juta orang per tahun.

Menteri Arief mengatakan, suatu daerah yang menjadi Hub di nilai bakal menjadi sentra wisata beserta sektor turunannya, yaitu perdagangan dan investasi.

“Wisatawan dan dunia usaha datang terlebih dahulu ke Banyuwangi, baru kemudian melihat potensi daerah sekitarnya,” ujarnya.

“Jika sudah menjadi tempat pertemuan, maka Banyuwangi akan semakin maju dari daerah sekitarnya,” imbuh Menteri Arief.

Untuk saat ini saja, Banyuwangi di nilai sudah lebih maju dari daerah sekitarnya, ke depan harus tambah maju lagi. Lalu daerah sekitarnya menjadi penyokong.

Menteri yang merupakan warga asli Banyuwangi tersebut mencontohkan Singapura, Dubai, dan Hongkong. Negara dan daerah tersebut berhasil menjadi Hub di kawasannya masing-masing.

“Ini adalah contoh tempat pertemuan perdagangan dan investasi di kawasannya,” tutur Menteri Arief.

Menurutnya, kalau dalam satu kawasan sudah ada hub-nya, maka akan sangat sulit daerah lain di sekitarnya menjadi hub yang baru. Dan Banyuwangi di anggap berpotensi ambil peluang ini.

“Untuk bisa menjadi hub sendiri, ada tiga faktor yang bisa menjadi penyokong. Yaitu, trade (perdagangan), investment (investasi), dan tourism (wisata),” kata Menteri Arief.

Dari ketiganya ini, Banyuwangi berpotensi pada faktor tourism.

Menteri Arief mengaku, jika tourism di Banyuwangi bisa tumbuh dengan baik, maka tourism bisa menggerakkan trade dan investment. Menteri Arief mencontohkan Pulau Bali.

“Ketika, pariwisata Bali maju pesat, maka perdagangan dan investasi pun ikut bergeliat di Bali,” pungkasnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, tiga sektor yaitu tourism, trade, dan Investment selama ini memang dikenal sebagai pola dasar pengembangan daerah.

“Di Banyuwangi pun hal itu digerakkan. Tourism bergerak otomatis membawa banyak sektor turunan. Ada kuliner yang terkait erat dengan hasil pertanian. Ada suvenir yang terkait dengan para perajin. Dari sini muncul trade,” papar Bupati Anas.

Lalu dalam skala menengah-besar ada investasi baru, ada yang bangun homestay, ada hotel, ada orang buka restoran, dan sebagainya.

“Untuk membangun pariwisata, Banyuwangi terus melakukan inovasi,” tutur Bupati Anas.

Selain mempersiapkan atraksi wisata berlevel nasional dan dunia, berbagai fasilitas wisata juga terus dibangun. Seperti Homestay hingga hotel berbintang dibangun di Banyuwangi.

“Aksesibilitas menuju ke Banyuwangi juga terus digenjot dengan pengembangan bandara, termasuk kehadiran rute baru Jakarta-Banyuwangi setiap hari,” imbuhnya.

Bupati Anas mengaku, saat ini cable car di kawasan Kawah Ijen sedang dalam proses perizinan di tingkat pemerintah pusat.

Adapun Marina Boom terintegrasi dalam proses konstruksi oleh PT Pelindo III, ditargetkan rampung total akhir 2018. Tahun ini sudah selesai sebagian dengan kapasitas 40 yacht, restoran dan eco park. Sementara, tahun depan dituntaskan dengan kapasitas 140 yacht, lounge dan boat yard.

About farizkurnia

Check Also

Ditengah Rintik Hujan, Ribuan JCH Banyuwangi Diberangkatkan

radiovisfm.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberangkatkan ribuan jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *