Home / News / Padiah, Ketiga Kalinya Didapuk Menjadi Penari Seblang

Padiah, Ketiga Kalinya Didapuk Menjadi Penari Seblang

Ritual Seblang dipercaya bisa menghilangkan mara bahaya dan pagebluk.

Daus VIS- Untuk ketiga kalinya, Padiyah (10) didapuk oleh sesepuh desa Olehsari untuk menjadi penari seblang dalam ritual seblang tahun 2017 ini.

Selama 7 hari kedepan, Padiyah menjadi penari gandrung dalam ritual bersih desa yang digelar sejak 7 hari usai lebaran. Ritual adat Seblang desa Olehsari Kecamatan Glagah tahun ini, digelar mulai Jumat (30/6/17) hingga (5/7/17) mendatang.

Ketua panitia ritual Seblang Olehsari, Ansori menuturkan, dalam ritual Seblang tahun 2017 ini, menjadi penampilan ketiga yang diperankan oleh Padiyah sejak tahun 2015 lalu. Padiyah sendiri merupakan keturunan ke 28 dari pelpor penari Seblang pertama yang diketahui bernama Semi. Karena yang bisa menjadi penari Seblang harus punya garis keturunan dari penari Seblang awal.

Sedangkan setiap 3 tahun sekali atau satu periode dilakukan pemilihan penari Seblang pengganti . dan tidak menutup kemungkinan, Padiyah yang saat ini masih duduk di bangku sekolah kelas V SD Negeri Glagah tersebut, terpilih kembali sebagai penari Sebalng Olehsari untuk satu periode atau 3 tahun kedepan.

Ansori menambahkan, ritual setahun sekali masyarakat Using desa Olehsari yang digelar pasca hari Raya Idul Fitri ini, dipercaya bisa menghilangkan mara bahaya dan pagebluk.

“ Ini adalah penampilan ketiga Padiyah sejak 2015, karena yang bisa menjadi penari Seblang harus punya garis keturunan dari penari Seblang awal”, ujarnya. Ritual yang digelar di balai dusun desa tersebut, penari juga mengajak masyarakat menari, setelah menunjuk dengan sampur atau selendang yang dilempar ke masyarakat. Yang mendapat sampur, wajib naik ke pentas dan menari bersama penari Seblang.

Tak hanya itu, ritual seblang yang ditonton oleh ratusan masyarakat itu, juga ada prosesi gending ‘Kembang Dermo’. Dalam prosesi tersebut Seblang menjual bunga. Bunga itu ditancapkan di sebatang bambu kecil yang terdiri 3 kuntum bunga yang terdiri dari bunga Wongso, bunga Sundel dan Pecari Kuning.

Konon bunga itu memiliki khasiat. Hampir semua masyarakat desa, para penonton berebut untuk membeli bunga itu. Mereka percaya, bunga itu menjadi sebuah media untuk tolak bala, mengusir penyakit, keselamatan maupun keberuntungan.

About farizkurnia

Check Also

Ditengah Rintik Hujan, Ribuan JCH Banyuwangi Diberangkatkan

radiovisfm.com, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberangkatkan ribuan jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *