Home / News / Sosialisasi Perppu Ormas, Kemenkominfo Gelar Kesenian Rakyat

Sosialisasi Perppu Ormas, Kemenkominfo Gelar Kesenian Rakyat

Peraturan ini diputuskan oleh Presiden untuk mengatasi keadaan darurat dimana munculnya ormas-ormas yang anti-NKRI dan anti-Pancasila.

Reporter : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi – Dalam mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 2 tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) di Banyuwangi, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) menggunakan pertunjukan seni rakyat, yakni Janger Humor Banyuwangi yang digelar di Taman Blambangan Banyuwangi, Rabu malam (30/8).

Direktur Pengelolaan Media Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi Sunaryo mengatakan, pihaknya menggunakan berbagai media untuk mensosialisasikan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 ini, kepada masyarakat luas.

“Kesenian rakyat ini, sengaja dipilih untuk menyasar segmentasi lebih luas, serta merupakan sarana efektif untuk mengumpulkan masyarakat, selain melalui diskusi publik dan talk show,” papar Sunaryo.

Saat membuka acara pertunjukan tersebut, Sunaryo mengaku, tema yang di angkatnya kali ini adalah merawat NKRI melalui ormas di bumi pertiwi.

Pertunjukan rakyat yang tampil adalah janger humor “Tresno Budoyo” dari Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari. Janger yang cukup terkenal itu pun mampu menarik kehadiran masyarakat.

Di tengah-tengah pertunjukan, hadir dua narasumber yang berdialog dengan para pemain janger. Yakni, Asisten Deputi Koordinasi Materi Hukum pada Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam, Heni Susila Wardoyo dan Dosen UIN Sunan Ampel Murtafi Haris.

Dalam dialog tersebut, dipaparkan tentang Perppu Ormas. Heni mengaku, peraturan ini diputuskan oleh Presiden untuk mengatasi keadaan darurat dimana munculnya ormas-ormas yang anti-NKRI dan anti-Pancasila.

“Fungsi Perppu ini adalah untuk mengatur Ormas agar berkontribusi bersama dalam membangun bangsa Indonesia,” ungkap Heni.

Murtafi Haris juga menambahkan, tentang posisi Pancasila sebagai ideologi bangsa. Indonesia yang terdiri dari beragam suku, bahasa dan agama dapat disatukan dengan Pancasila.

“Jargon Bhineka Tunggal Ika pada Pancasila merupakan manifestasi dari persatuan dan kesatuan yang digali dari keluhuran budaya Nusantara. Sehingga bisa diterima hingga saat ini,” ujar Murtafi.

Sementara itu, saat memberikan sambutan singkat, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Kemenkominfo untuk menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah.

“Hanya ada sepuluh titik yang dipilih sebagai tuan rumah dari seluruh kabupaten/ kota di Indonesia, salah satunya adalah Banyuwangi,” kata Wabup Yusuf.

Lebih lanjut, Wabup Yusuf menambahkan, Ormas di Banyuwangi sampai saat ini memiliki komitmen yang kuat terhadap NKRI dan Pancasila.

“Melalui forum-forum komunikasi tiga pilar yang melibatkan Ormas, pemerintah daerah senantiasa menguatkan nilai-nilai kesatuan dan penghayatan Pancasila,” imbuh Wabup Yusuf.

Acara sosialisasi Perppu Ormas sendiri terdiri dari beberapa rangkaian acara. Selain pertunjukan rakyat, juga digelar diskusi publik yang melibatkan pesantren di Banyuwangi yang bertempat di PP. Minhajut Thullab Kecamatan Glenmore.

About farizkurnia

Check Also

Kunjungi Agro Expo, Mendes PDT Apresiasi Upaya Banyuwangi ini

radiovisfm.com, Banyuwangi – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengapresiasi upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *