Kecamatan Srono menduduki pelamar panwascam terbayak.

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi

Rekruitmen pengawas pemilu kecamatan atau panwascam yang dibuka sejak tanggal 24 September tersebut, cukup diminati masyarakat. Rata rata tiap kecamatan terdiri dari 8 hingga 10 pelamar. Sedangkan jumlah panwascam yang akan direkrut hanya 3 orang di setiap kecamatan, dan pagu minimal pendaftar 6 orang di tiap kecamatan.

Namun dari 25 kecamatan di Banyuwangi, hanya kecamatan Pesanggaran yang pagunya belum tercukupi hanya diisi oleh 4 pelamar. Ketua panitia pengawas pemilu kabupaten atau panwaskab Banyuwangi, Hasyim Wahid menuturkan, hingga hari Jumat siang (29/9/17) sudah ada 240 pelamar panwascam. sedangkan pendaftaran akan ditutup tanggal 30 September.

Saat ini tercatat, kecamatan Srono menduduki pelamar panwascam terbayak yang terdiri dari 24 pelamar yang disusul kecamatan Tegaldlimo dengan 21 pelamar. Namun jika dirata rata, jumlah pelamar panwascam di tiap kecamatan ada 8 hingga 10 pelamar.

Menurut Hasyim, rekruitmen panwascam ini juga diminati kaum difabel. Terbukti saat ini ada 1 orang berkebutuhan khusus berupa tuna netra yang juga mendaftar sebagai calon panwascam. Selain itu, meski standart pendidikan calon panwascam ini lulusan SMA sederajat.

Namun ada juga peminat panwascam yang bertitel pasca sarjana yang berjumlah 5 orang. Mereka akan diperlakukan sama dengan calon lainnya, mengikuti prosedur persyaratan yang sudah ditetapkan dalam proses rekruitmen panwascam tersebut.

Hasyim menambahkan, nantinya seluruh pelamar panwascam akan diseleksi secara adminiatratif. Mereka yang namanya lolos dalam seleksi administratif, akan diumumkan ke publik untuk mendapatkan tanggapan masyarakat. Uji publik ini diperlukan, untuk memastikan calon anggota panwascam tersebut tidak terlibat organisasi partai politik atau kasus kriminal. Hal ini diperlukan guna memastikan anggota panwascam yang akan memgawasi proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur nanti benar benar independen.

Mereka yang lolos seleksi administratif dan telah diuji publik, akan mengikuti tes lanjutan berupa tes tulis untuk menyaring 6 orang di tiap kecamatan dengan sistem ranking. Selanjutnya 6 orang tersebut akan mengikuti sesi wawancara untuk memilih 3 orang terbaik yang akan ditunjuk menjadi panwascam di masing masing kecamatan.

“ Mereka yang lolos seleksi akan mengikuti tes tes lanjutan untuk menyaring 6 orang di tiap kecamatandengan sistem ranking”, ujar Hasyim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *