Kategori Green Jersey atau Raja Sprint di menangkan Jamaludin Novardianto bernomor punggung 151 dari tim PGN Road Cycling.

Reporter : Ilex Vis

Radiovisfm.com, Banyuwangi – Amir Kolahdouzhagh, pembalap dari tim Pishgaman Cycling Iran berhasil menaklukkan tanjakan lereng Gunung Kawah Ijen dan menjadi jawara pada Perhelatan International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) Etape tiga kategori Individu, Jum’at (29/9).

Pembalap bernomor punggung 52 tersebut, berhasil mencapai garis finish dengan catatan waktu 3 jam 35 menit 7 detik mengungguli rekannya sesama tim, Reza Hosseini bernomor punggung 54 dengan catatan waktu 3 jam 35 menit 58 detik.

Sementara pembalap asal Kolombia yang tergabung dalam tim Saputra Cycling Malaysia, Victor Nino Corredor cukup puas berada di urutan ketiga dengan catatan waktu yang sama dengan Reza Hosseini.

Untuk kategori pembalap terbaik Indonesia atau Best Indonesia Rider dengan kejuaraan Red and White Jersey, di menangkan Jamal Hibatullah nomor punggung 21 dari tim KFC Cycling. Sementara untuk kategori Green Jersey atau Raja Sprint di menangkan Jamaludin Novardianto bernomor punggung 151 dari tim PGN Road Cycling.

Kategori Red Polka-Dot Jersey atau King of Mountain yang biasa di sebut Raja Tanjakan, kembali di sandang oleh Amir Kolahdouzhagh yang berhasil menaklukkan tanjakan lereng gunung Kawah Ijen yang mencapai kemiringan 45 derajat dan berada 1.871 meter dari permukaan laut (mdpl).

Sedangkan untuk kategori paling bergengsi dalam setiap perlombaan balap sepeda yakni Yellow Jersey, berhasil di menangkan Davide Rebbelin nomor punggung 32 asal Italia yang tergabung dalam tim Kuwait Cartucho. Dimana sebelumnya pada etape pertama ITdBI, Davide merajai kejuaraan berbagai kategori.

Kepada sejumlah media, Amir Kolahdouzhagh mengatakan, 5 KM sebelum finish atau tepatnya di tanjakan terakhir, hanya dia dan rekan sesame timnya, Reza Hosseini menguasai medan berada di barisan paling depan.

“Disinilah, saya kumpulkan kekuatan untuk bisa mencapai garis finish,” ujar Amir.

Pada International Tour de Banyuwangi Ijen etape 3 ini, para pembalap menempuh jarak sejauh 116,3 KM start TPI Kecamatan Muncar dan finish di Paltuding Kawah Ijen. Etape 3 ini di sebut juga etape neraka karena para pembalap harus melewati tanjakan ekstrem di Lereng Kawah Ijen.

Tanjakan menuju Gunung Kawah Ijen di Banyuwangi ini dikenal sebagai salah satu yang terekstrem di Asia yakni berada di ketinggian 1.871 mdpl dengan kemiringan mencapai 45 derajat, yang melampaui ketinggian tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *