Dewan ingin pemerintah jaki ulang manfaat ITDBI.

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi

Komisi 2 mempertanyakan besarnya anggaran Banyuwangi Tour de Ijen tahun 2018 yang jumlahnya separuh dari anggaran di dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi. Dewan menilai, anggaran Tour de Ijen perlu dipangkas karena APBD Banyuwangi tahun 2018 mengalami penurunan.

Hal tersebut diungkapkan oleh ketua komisi 2 DPRD Banyuwangi, Handoko pada Senin siang (30/10) usai menggelar rapat kerja dengan dinas Pemuda dan Olah Raga terkait pembahasan KUA PPAS APBD 2018.

Handoko menuturkan, dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran sementara atau KUA PPAS APBD 2018, anggaran dinas Pemuda dan Olah Raga (dispora) mengalami penurunan dibanding tahun lalu yang mencapai Rp. 18 M setahun. Untuk tahun ini diproyeksikan anggaran Dispora hanya Rp. 12 M. Dari jumlah tersebut, sekitar 4 sampai 6 M dialokasikan untuk kegiatan tahunan balap sepeda Tour de Ijen. Yang mana jumlah tersebut setengah dari jumlah anggaran di Dispora.

Handoko minta kepada Dispora agar mengurangi anggaran untuk agenda kegiatan Tour de Ijen, untuk dialokasikan dalam kegiatan yang lain, yang lebih mengena kepada masyarakat. Seperti kegiatan pemberdayaan dan pembinaan atlit olah raga atau kegiatan kepemudaan. Terlebih komisi 2 melihat, kegiatan untuk pemberdayaan pemuda seperti pelatihan kerja juga sangat minim di Dispora. Padahal kegiatan pelatihan tersebut, sangat efektif dalam membangun kualitas pemuda dalam menciptakan lapangan kerja.

Sedangkan disisi lain kata Handoko, kegiatan Internasional Tour de Ijen yang sudah digelar rutin selama ini, terlihat kurang berimbas terhadap peningkatan pendapatan daerah dan peningkatan ekonomi masyarakat, bahkan terkesan mengambur hamburkan anggaran.

Politisi Demokrat ini berharap, ada kajian dari pemerintah daerah terkait efektifitas dan manfaat dalam kegiatan Tour de Ijen yang menelan anggaran hingga Rp. 5 M lebih. Mengingat saat ini, anggaran daerah mengalami penyusutan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

“ Ada pertanyaan kami, apa dampak positif dari kegiatan Tour De Ijen kami harap ada dampak yang positif “, ujar Handoko.

Sementara itu, kepala dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi,Wawan Yadmadi mengaku, pihaknya tidak bisa mengurangi anggaran kegiatan balap sepeda Tour De Ijen sebesar Rp. 5 M lebih, yang sudah baku. Meski APBD mengalami defisit atau penyusutan. Jumlah tersebut kata Wawan, dianggap biaya yang paling murah ketimbang kegiatan yang sama digelar oleh kabupaten lain, yang bisa menelan anggaran APBD hingga tiga kali lipat ketimbang Banyuwangi, seperti Tour de Singkarak atau Tour de Flores. Bahkan, saat ini kota lain, juga sudah mulai meniru kegiatan Tour de Ijen yang digelar Banyuwangi.

Saat disinggung terkait manfaat kegiatan balap sepeda internasional tersebut, Wawan mengaku jika manfaat kegiatan itu tidak bisa berdampak langsung seketika itu juga saat acara berlangsung. Namun Tour de Ijen memiliki multi player efect atau berimbas pada pergerakan ekeonomi pariwisata di Banyuwangi. Yang mana, tempat wisata yang pernah dijadikan lokasi start atau lokasi finish peserta Tour de Ijen, dampaknya selalu ramai dikunjungi wisatawan. Seperti pulau Merah, atau Ijen sendiri.

Sedangkan saat ini, pemerintah pusat sudah mencanangkan program sport tourism, berupa peningkatan sektor pariwisata untuk mendatangkan wisatawan melalui kegiatan olah raga.

“ ItdBI adalah Sport Tourism dan memiliki multi player efect di Banyuwangi, jika kita bandingkan dengan event yang sama dengan daerah lain yang bisa 5 kali lipat dengan di Banyuwangi “, kata Wawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *