Pemegang ijazah Paket C juga sah untuk mendaftar ke kampus-kampus ternama maupun mendaftar kerja yang membutuhkan kwalifikasi setara SMA.

Reporter : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Melalui Program Garda Ampuh, Pemkab Banyuwangi tidak hanya mengentaskan anak putus sekolah, namun juga menambah rentang waktu sekolah dengan program kejar paket. Seperti Kejar Paket B setara SMP dan Paket C setara SMA.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Sulihtiono mengatakan, sebelumnya, program pendidikan masyarakat di Banyuwangi hanya memberantas tributa. Mulai buta aksara, buta angka dan buta pengetahuan dasar.

“Saat ini, melalui Garda Ampuh, pemerintah meningkatkan menjadi lama waktu sekolah,” kata Sulihtiono saat menyerahkan ijazah paket B dan C BKPM BKM Bina Makmur Desa Jambewangi Kecamatan Sempu di Wisata Watu Gedhek.

“Para lulusan Paket B maupun C bisa terus melanjutkan belajarnya dan tidak hanya berhenti di sini saja. Tapi, bisa dilanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” imbuhnya.

Sementara untuk yang lulus Paket C, di harapkan untuk melanjutkan ke jenjang kuliah. Jika ada yang ingin melanjutkan ke jenjang kuliah, kata Sulihtiyono, Dinas Pendidikan Banyuwangi siap untuk memfasilitasinya dan bisa melanjutkan ke Universitas Terbuka.

“Pemegang ijazah Paket C juga sah untuk mendaftar ke kampus-kampus ternama maupun mendaftar kerja yang membutuhkan kwalifikasi setara SMA,” ujar Sulihtiono.

Peningkatan jenjang pendidikan tersebut, juga bertujuan untuk meningkatkan Indek Pendidikan Manusia (IPM) Kabupaten Banyuwangi. Untuk mengukur IPM, salah satu indikatornya adalah dengan mengukur lama sekolah.

“Sehingga, kami terus mengupayakan hal itu,” pungkas Sulihtiono.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang menyapa para lulusan kejar paket tersebut lewat layanan face time merasa bangga terhadap para warga untuk terus menempuh pendidikan. Umur dan kesibukan di nilainya tidak menjadi penghalang untuk menuntut ilmu.

BKM Bina Makmur yang dirintis sejak 2014 tersebut, saat ini berhasil meluluskan 216 orang. Yang terdiri dari 202 orang lulusan Paket B dan 14 orang lulusan Paket C.

Pesertanya tidak hanya orang-orang yang membutuhkan ijazah saja untuk kebutuhan profesionalnya. Tidak sedikit para petani dan kalangan pekerja lainnya yang pada umumnya tidak membutuhkan legalitas ijazah. Namun, mereka semangat untuk menempuh pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *