Pasar Lelang juga memperkenalkan sejumlah produk kreatif seperti kerajinan bambu dan furnitur untuk penjajakan pasar.

Reporter : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Hanya dalam waktu 2 jam, Pasar Lelang Temu Bisnis yang di gelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banyuwangi, Selasa (31/10), berhasil mendapatkan 25 transaksi dengan nilai keuangan mencapai Rp 168 Miliar.

Sementara komoditas yang terjual di pasar lelang tersebut di antaranya, benih bawang merah, beras premium, buah naga, cabe keriting, durian lokal, jagung pipilan hibrida, jeruk siam, kelapa kupas sabut, kopi robusta, manggis buah dan sapi potong.

Misalnya, kopi para pekebun Kalibendo Banyuwangi laku Rp10 miliar untuk volume 400 ton. Pembeli kopi tersebut adalah Kabarudin, Ketua Koperasi Puspa Agro, pasar pertanian terbesar di Jatim. Kopi ini akan di ekspor ke Hongkong, sebagian diolah menjadi bubuk kopi untuk pasar domestic.

Untuk beras, berhasil laku 1.000 ton. Ada juga kontrak penjualan sapi 1.000 ekor. Pasar Lelang juga memperkenalkan sejumlah produk kreatif seperti kerajinan bambu dan furnitur untuk penjajakan pasar.

Kepala Disperindag Banyuwangi, Ketut Kencana mengatakan, pihaknya mencoba berinovasi di dalam mengembangkan program yang ada, yakni dengan menggelar pasar lelang temu bisnis tersebut.

“Disini, Disperindag mempertemukan antara produsen dengan pembeli (buyer) sehingga berbagai produk di Banyuwangi baik pertanian, kerajinan maupun peternakan bisa terwadahi,” ujar Ketut.

“Dalam kegiatan ini, kami mendatangkan buyer untuk membeli hasil produk IKM Banyuwangi baik di ekspor antar daerah maupun ke luar negeri,” imbuhnya.

Sementara para peserta yang hadir dari beberapa daerah di Jawa Timur, juga dari wilayah Bali Barat tepatnya Kabupaten Jembrana. Mereka bertemu untuk saling menawarkan produknya, sehingga di harapkan akan ada kerja sama MoU antar IKM dengan buyer.

“Kegiatan ini bisa menumbuhkan ekspor di Banyuwangi sehingga semakin meningkatkan perputaran uang,” harap Ketut.

Pasar Lelang itu dibuka Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Dan Pasar Lelang ini menghadirkan 49 produsen asal Banyuwangi, mulai petani, peternak, hingga pekebun. Mereka bertemu langsung dengan sepuluh pembeli besar dari Surabaya.

Dalam sambutan singkatnya Bupati Anas mengatakan, pihaknya ingin produsen, khususnya petani, mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan bertemu pembelinya secara langsung tanpa perantara.

“Ini mengefisienkan mata rantai perdagangan yang nantinya bisa menekan inflasi, dan di sisi lain dapat menggembirakan petani dan IKM karena harga yang didapatkan bisa lebih baik,” tutur Bupati Anas.

Bupati Anas meminta IKM untuk berubah dan berbenah termasuk dengan berbasis Tekhnologi. Karena dengan perkembangan Tekhnologi saat ini menjadi tantangan di dunia bisnis dan dunia kreatifitas maupun pemerintah daerah.

“Jika tidak melakukan perubahan, dijamin mereka akan tertinggal. Sudah tidak lagi jamannya IKM mempromosikan produknya melalui pameran konvensional maupun menunggu bantuan dari Pemerintah Daerah,” papar Bupati Anas.

Juga di harapkan adanya pelibatan anak anak muda kreatif berbasis pengembangan di tingkat lokal. Bupati Anas berjanji, akan menggelar Pasar Lelang semacam ini empat kali dalam setahun mulai 2018 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *