ASDP mengoperasikan 32 unit armada kapal di lintas penyeberangan jawa-bali.

Reporter : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Dampak erupsi Gunung Agung di Pulau Bali, menyebabkan volume penumpang kapal di lintas penyeberangan Ketapang – Gilimanuk meningkat hingga 113 persen.

Berdasarkan catatan ASDP, penumpang pejalan kaki meningkat dari 1.112 orang menjadi 2.367 orang. Sedangkan kendaraan roda 2 dari 1.186 menjadi 3.522 unit. Sehingga baik pejalan kaki maupun kendaraan roda 2 meningkat 113 persen. Sementara untuk kendaraan roda 4 meningkat 78 persen, yang sebelumnya 2.997 unit menjadi 5.337 unit.

Untuk arus penumpang dari pelabuhan ketapang tidak menunjukkan peningkatan segnifikan, bahkan kendaraan roda 2 mengalami penurunan di banding hari biasa, dari 1.159 unit menjadi hanya 959 unit. Sedangkan pejalan kaki meningkat 42 persen dari 847 orang menjadi 1.203 orang. Dan kendaraan roda 4 naik 37 persen dari 3.104 menjadi 4.262 unit.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Elvi Yoza mengatakan, peningkatan ini terjadi karena banyak wisatawan yang memilih jalur darat, menyusul bandara Ngurah Rai Bali masih di tutup akibat erupsi gunung agung.

“Kami mengoperasikan 32 unit armada kapal di lintas penyeberangan jawa-bali, guna mengurai penumpukan kendaraan bermotor yang melakukan antrian,” ujar Elvi.

Pasalnya, sejak selasa malam (28/11) di pelabuhan gilimanuk bali terjadi antrian panjang kendaraan bermotor yang di dominasi kendaraan travel dan bus maupun mobil pribadi.

“Tapi antrian itu bisa terurai dengan adanya pengoperasian 32 unit armada kapal tersebut,” tutur Elvi.

Waktu bongkar muat masing masing armada kapalpun lebih di percepat dari biasanya, yang semula 32 menit menjadi sekitar 20 an menit.

Elvi memprediksikan, volume penumpang kapal ini akan terus mengalami peningkatan seiring dengan masih di tutupnya bandara Ngurah Rai akibat erupsi gunung agung.

Sementara itu, di pelabuhan ketapang banyuwangi di penuhi puluhan wisatawan asing maupun domestic dari arah pelabuhan gilimanuk bali, untuk pulang ke negaranya maupun ke kampung halamannya. Mereka memilih menempuh transportasi darat hingga ke pelabuhan ketapang.

Selanjutnya, wisatawan tersebut menggunakan kendaraan umum yang tersedia di area pelabuhan ketapang menuju ke bandara blimbingsari banyuwangi maupun ke stasiun kereta api banyuwangi. Ada yang memilih penerbangan ke surabaya maupun langsung ke jakarta.

Sedangkan yang menggunakan jasa transportasi kereta api, perjalanan hanya sampai ke stasiun bangil. Dan selanjutnya, mereka di angkut menggunakan bus yang sudah di siapkan oleh PT KAI menuju ke terminal bungorasih surabaya. Pasalnya, banjir masih merendam rel kereta api di antara stasiun tanggulangin dan stasiun porong.

Sementara, arus penyeberangan dari pelabuhan ketapang banyuwangi di dominasi kendaraan truck sedang mengangkut pasir menuju ke pelabuhan gilimanuk, karena dimungkinkan di gunakan untuk pembangunan di berbagai tempat di pulau bali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *