Pemkab Banyuwangi juga telah menyiapkan kendaraan untuk menjemput para pengungsi di Pelabuhan Ketapang.

Reporter : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi menyiapkan 60 ribu masker untuk masyarakat Banyuwangi, yang kemungkinan wilayahnya terdampak semburan abu vulkanik gunung agung.

Namun berdasarkan karakter letusan Gunung Agung yang terjadi pada tahun 1963 silam, erupsi semburan abu vulkaniknya berlangsung selama 1 tahun.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan, jika semburan abu vulkanik Gunung Agung sampai ke Banyuwangi selama 1 tahun, maka stok 60 ribu masker tersebut di nilai tidak mencukupi.

“Karena itu saya harap, masyarakat bisa menyiapkan masker secara mandiri karena Pemerintah Daerah tidak mungkin menyediakan seluruhnya,” ujar Eka.

Meski demikian, Eka mengaku pihaknya tetap menyediakan stok masker di kantor BPBD maupun di beberapa kantor dinas dan PMI Cabang Banyuwangi.

“Dalam mengantisipasi adanya semburan abu vulkanik Gunung Agung sampai ke Banyuwangi, BPBD telah melakukan berbagai langkah penguatan kesiap siagaan berkonsolidasi dengan sejumlah unsur, seperti TNI/Polri, Perangkat Daerah serta relawan,” papar Eka.

Bahkan, Pemkab Banyuwangi juga telah menyiapkan kendaraan untuk menjemput para pengungsi di Pelabuhan Ketapang untuk di hantarkan ke sejumlah tempat pengungsian yang juga telah di siapkan oleh pemerintah daerah.

Namun Eka mengaku, masyarakat bali yang akan mengungsi ke Banyuwangi di nilai kemungkinan kecil. Pasalnya, dari arahan Gubernur Bali sendiri menghimbau agar pengungsian tidak perlu di lakukan hingga ke luar pulau bali.

“Untuk masyarakat di Kabupaten Karang Asem Bali sendiri yang paling terdampak dengan semburan abu vulkanik gunung agung, juga di minta untuk mengungsi di sekitaran kabupaten setempat saja,” tutur Eka.

Tapi bagaimanapun juga kata Eka, Banyuwangi tetap menyiapkan tempat tempat pengungsian, karena banyak masyarakat Banyuwangi yang bekerja di pulau Bali dan tidak menutup kemungkinan mereka akan bekerja di sekitaran Karang Asem.

“Sehingga mereka perlu mengungsi ke luar pulau bali,” pungkas Eka.

Sementara itu, Pemkab Banyuwangi juga telah menyiapkan beberapa tempat yang bisa di gunakan untuk menginap bagi para pengungsi bali. Di antaranya, Gedung Wanita Paramitha Kencana, GOR Tawang Alun juga gedung PMI Cabang Banyuwangi. Selain itu, juga di siapkan berbagai makanan untuk di konsumsi warga Bali selama mengungsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *