Volume penumpang kapal di lintas Jawa –Bali hingga kini mengalami peningkatan mencapai 160 hingga 200 persen di banding hari biasa.

Reporter : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemerintah Pusat menyiapkan angkutan darat untuk mengangkut para wisatawan domestic maupun mancanegara yang kemungkinan volumenya mengalami peningkatan, akibat erupsi Gunung Agung di Bali. Utamanya adalah bus pariwisata maupun bus regular.

Hal ini di sampaikan oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan, Budi Setiadi saat melakukan kunjungan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Kamis (30/11).

Disini, Dirjen juga meninjau kesiapan PT ASDP di dalam ketersediaan armada kapal yang di operasikan di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, untuk mengangkut para pengguna jasa penyeberangan utamanya wisatawan mancanegara yang akan kembali ke negaranya, maupun wisatawan domestic yang akan pulang ke kampung halamannya karena terjadinya erupsi Gunung Agung di Bali.

“Para wisatawan kini lebih banyak menempuh jalur darat menyusul bandara Ngurah Rai Denpasar Bali masih ditutup untuk penerbangan,” ungkap Budi.

“Bahkan dari data PT ASDP, volume penumpang kapal di lintas Jawa –Bali hingga kini mengalami peningkatan mencapai 160 hingga 200 persen di banding hari biasa. Baik pejalan kaki maupun kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4,” imbuhnya.

Budi menjelaskan, terkait dengan kesiapan armada bus di nilai sudah mencukupi. Ada beberapa perilaku wisatawan yang melakukan perjalanan dari Bali ke Banyuwangi.

“Seperti, ada wisatawan yang berangkat dari Denpasar menggunakan bus regular berhenti di Terminal Mengwi, di lanjutkan dengan menumpang bus pariwisata menuju ke Banyuwangi ataupun langsung ke Surabaya dan Jakarta,” papar Budi.

Menanggapi hal ini, Budi mengaku seluruh wisatawan tersebut sudah terangkut dan di berangkatkan semuanya dengan menggunakan armada bus yang tersedia.

“Di dalam mengantisipasi terus terjadinya kelonjakan wisatawan menuju pulau Jawa, kami tetap memberlakukan scenario yang ada dengan menambah armada bus pariwisata maupun regular,” papar Budi.

Selain memantau kondisi penyeberangan seiring dengan meningkatnya volume penumpang kapal akibat erupsi Gunung Agung, Dirjen Perhubungan Darat juga meninjau kesiapan angkutan natal 2017 dan tahun baru 2018 di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Utamanya adalah kondisi armada kapal yang akan di operasikan di dalam melayani para pengguna jasa penyeberangan.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Dinas Propinsi di masing masing daerah untuk mengecek kondisi kendaraan bus yang ada di setiap terminal, agar tidak mengalami kendala di saat mengangkut wisatawan yang tengah menikmati liburan natal dan tahun baru,” pungkas Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *