Yang terpenting dalam program ini adalah proses mekanisme yang harus dilakukan secara ketat.

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi

Untuk mendorong semangat belajar siswa miskin, dalam APBD 2018 mendatang pemkab Banyuwangi meluncurkan program uang saku bagi siswa miskin, dengan memberikan uang saku Rp. 5.000 untuk siswa SD dan Rp. 10.000 bagi siswa SMP. Dalam program baru yang akan dijalankan oleh Dinas Pendidikan ini, disiapkan anggaran Rp. 2 M lebih, dalam APBD 2018 yang baru disahkan Senin (27/11) kemarin.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menuturkan, telah disiapkan dana sebesar Rp. 2 M lebih untuk menjalankan program uang saku bagi siswa sekolah miskin yang akan dijalankan tahun depan.

Uang saku ini, akan diberikan kepada siswa sekolah dasar yang tergolong siswa sangat miskin. Dengan besaran Rp. 5.000 per hari. Sedangkan siswa SMP yang masuk kategori sangat miskin, akan mendapat uang saku Rp. 10.000 perhari.

Program uang saku siswa miskin ini kata Anas, dibuat untuk mendorong semangat belajar siswa tidak mampu. Karena dilapangan banyak ditemukan siswa yang ekonominya tidak mampu, sehingga mereka merasa tidak semangat untuk berangkat ke sekolah.

Bupati Anas menambahkan, dalam menjalankan program ini, yang terpenting adalah proses mekanisme pemberian uang saku siswa miskin yang harus dilakukan secara ketat. Sehingga perlu peran serta pemerintah desa untuk melakukan verifikasi guna menentukan seorang siswa tersebut benar benar sangat miskin. Sehngga pelaksanaan program ini bisa benar benar tepat sasaran.

Jika program ini berjalan baik dan tepat sasaran, tidak menutup kemungkinan anggarannya akan ditambah di tahun mendatang.

“ Karena banyak anak tidak mau sekolah karena malu tidak punya uang saku, harapannya kedepan bisa mendorong mereka rajin sekolah, teknis ada pada dinas terkait, anggarannya sekitar 2 M, harapan saya ini tepat sasaran “, katanya.

Sementara itu, digagasnya program uang saku siswa miskin ini, disambut baik oleh DPRD Banyuwangi sebagai upaya pemerintah dalam mendorong kemajuan dan pemerataan di bidang pendidikan.

Menurut wakil ketua DPRD Banyuwangi, Joni Subagyo berharap, dalam menjalankan program uang saku siswa miskin ini, ada keterlibatan semua pihak untuk turut serta mengawasi agar pemberian uang saku siwa miskin ini tepat sasaran.

Partispasi masyarakat juga diperlukan untuk memberikan masukan atau melaporkan kepada pemerintah daerah bilamana disekitarnya ada siswa miskin yang punya semangat belajar namun terkendala biaya dan perlu bantuan dari pemerintah.

“ Kami harap semua pihak ikut mengawal program ini, kami juga akan ikut awasi ”, kata Joni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *