Setelah mendapatkan informasi mengenai adanya sesosok mayat mengambang di tengah laut, Polairud bersama Basarnas langsung turun ke lokasi.

Reporter : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Setelah di identifikasi, mayat perempuan yang di temukan mengambang ditengah laut dikawasan perairan selat bali pada Rabu (29/11), ternyata merupakan warga Kecamatan Blimbingsari.

Korban adalah Poniyem (65) beralamatkan di Dusun Kedasri RT 02 RW 02 Desa Karangrejo Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Bahkan, pihak keluarganya pun mendatangi Kamar Mayat RSUD Blambangan Banyuwangi saat mendapatkan informasi tentang adanya penemuan mayat di area jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk via Facebook.

Salah satu anak korban, Selamet mengatakan, ibunya tersebut dinyatakan hilang sejak Senin (27/11) lalu.

“Saat itu, sekira pukul 10.00 WIB korban mencari kayu bakar di kawasan pinggir sungai di wilayah setempat,” ujar Selamet.

Namun hingga senin sore, menurut Selamet, ibunya tersebut tidak juga pulang ke rumah. Selanjutnya, kerabat dan anak anaknya pun mencari korban hingga ke berbagai lokasi.

“Selama ini, ibu saya itu mengalami kepikunan karena factor usia,” ungkap Laki Laki berusia 55 tahun tersebut.

Sementara itu, Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, dirinya merasa bersyukur identitas korban bisa terungkap. Hal itu menurutnya, setelah pihak keluarga mengaku membaca facebook Radio Vis Fm (visfmradio) yang menggunggah tentang penemuan mayat perempuan sudah berusia lanjut di perairan selat bali.

“Setelah mendapatkan informasi mengenai adanya sesosok mayat mengambang di tengah laut, kami bersama Basarnas langsung turun ke lokasi untuk melakukan upaya evakuasi,” ujar AKP Subandi.

“Evakuasi ini berlangsung cukup lama karena terkendala cuaca buruk, yakni gelombang tinggi di sertai angin cukup kencang,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Rabu sore (29/11) para pengguna jasa penyeberangan di lintas Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk di gegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas mengambang di tengah laut. Posisi mayat tersebut berada kurang lebih 100 meter dari bibir pantai.

Setelah berhasil di evakuasi ke pinggir dermaga MB 1, jenazah korban pun langsung di titipkan di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi, hingga akhirnya identitasnya berhasil diketahui.

Sementara, jenazah korban di semayamkan di rumah duka pada Kamis (30/11) setelah di ambil dari kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *