Warga yang geram dengan pemblokiran jalan ini mendatangi lokasi sambil berorasi.

Reporter : Daus VIS .

radiovisfm.com, Banyuwangi .

Warga di lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro jumat siang melakukan aksi protes penutupan jalan diwilayahnya yang dilakukan oleh pabrik pengolahan serabut kelapa. Protes tersebut dipicu oleh keresahan warga karena jalan desa setempat mendadak diblokir oleh bangunan milik pabrik pengolahan serabut kelapa yang berlokasi di sebelah barat palang pintu kereta api Argopuro tersebut. .

Akibat penutupan jalan sepihak itu, warga harus berjalan memutar sekitar 1 kilometer. Yang membuat geram warga, jalan yang diblokir adalah aset desa, yang diklaim ditukar guling tanpa melibatkan persetujuan warga. .

Warga yang geram dengan pemblokiran jalan ini mendatangi lokasi sambil berorasi. Mereka juga membawa poster bernada protes. Lalu, beraksi persis di depan jalan yang sudah tertutup bangunan beton. Jalan yang diblokir ini menghubungkan perkampungan warga dengan jalan poros utama. Padahal, tahun 2012 lalu, jalan ini mendapat perbaikan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Salah satu tokoh warga setempat, Buang menuturkan, Sekitar dua minggu lalu, jalan ini mendadak diblokir oleh proyek pabrik. Lalu, jalan dialihkan ke lokasi yang lebih jauh dan becek. .

Menurut Buang, tukar guling jalan desa itu memang sempat digulirkan. Namun, sudah lama dan belum ada persetujuan dari seluruh warga. Anehnya, mendadak jalan tersebut diratakan dan dibangun oleh pabrik. Mendapati kondisi itu, pihaknya langsung menghubungi Ketua RT 5 RW I di kawasan setempat. Yang mengagetkan, jalan desa itu diklaim sudah ditukar guling. padahal warga merasa tidak tanda tangan tukar guling. .

Akibat pemblokiran jalan tersebut, sebanyak 70 Kepala keluarga nyaris terisolir dari jalan raya utama. Mereka harus berjalan memutar ketika keluar masuk perkampungan. Kondisinya juga becek, sebab masih berupa jalan setepak. .

Mewakili warga, Buang mendesak bangunan yang memblokir jalan dibongkar dan Kondisi jalan dikembalikan seperti semula. Jika tidak, warga akan membawa persoalan ini ke jalur hukum. .

“ Tanpa musyawarah, saya minta kembali semula karena ini tanah desa dan pernah dibangun PNPM, kami minta jalan kembali asal”, katanya. .

Sementara itu, Kaur Pemerintahan Kelurahan Klatak yang berada di lokasi siang itu, Nurhujani mengatakan jika pihaknya memang sempat mendapat permohonan tukar guling lahan jalan. Namun, prosesnya masih sebatas usulan. .

Waktu pengusulan sudah ada 24 tanda tangan setuju. Namun Nurhujani meminta pihak perusahaan memenuhi semua syarat adminsitrasi. Tapi yang terjadi sudah dibangun duluan dan jalan sudah ditutup. .

Menurutnya, tukar guling lahan memang diperbolehkan. Namun, prosesnya harus sampai selesai, baru boleh dibangun. Terkait kejadian ini, lanjut Nurhujani pihak kelurahan Klatak sudah menegur pemilik pabrik dan meminta proyek bangunan yang menutup jalan dihentikan, agar jalan tersebut bisa dilalui masyarakat. .

“ Jadi tahapan memang belum dilalui, pengajuan dan proses sudah berjalan tapi belum ada persetujuan warga, jika warga tak keberatan ini adalah salah satu syarat, dari pak lurah dan pak camat meminta pembangunan ini dihentikan”, katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *