Kasus lain yang angkanya juga cukup tinggi adalah peredaran minuman keras yang mencapai 624 kasus dengan 624 pelaku.

Reporter : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Di sepanjang tahun 2017, Angka Kasus peredaran Narkoba di wilayah Banyuwangi cukup tinggi, sedangkan kasus Kecelakaan Kendaraan Bermotor mengalami penurunan.

Berdasarkan catatan Polres Banyuwangi, kasus Narkoba berbagai jenis yang di tangani Satnarkoba mencapai 201 kasus dengan 230 tersangka. Sementara barang bukti yang di amankan 158,8 gram Sabu, 1,48 Kg Ganja, 75.182 butir pil jenis Trihexyphenidyl, 37.943 butir pil Dextro, dan uang tunai Rp 605 juta lebih. Sedangkan untuk di tahun 2016 lalu, kasus Narkoba yang terjadi di wilayah Banyuwangi sebanyak 179 kasus.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman dalam keterangan pers nya mengatakan, kasus yang terjadi di Banyuwangi sepanjang tahun 2017 tercatat ada 889 kasus dengan penyelesaian 634 kasus, sedangkan di tahun 2016 lalu tercatat ada 818 kasus dengan penyelesaian 552 kasus.

“Artinya sebanyak 71,31 persen kasus bisa di selesaikan Polres Banyuwangi di tahun 2017 ini,” ujar Kapolres.

Selain itu, kasus lain yang angkanya juga cukup tinggi adalah peredaran minuman keras yang mencapai 624 kasus dengan 624 pelaku, serta kasus perjudian berbagai jenis sebanyak 58 kasus dengan 59 tersangka. Kasus lain yang cukup menonjol terjadi di Banyuwangi adalah Pencurian Dengan Pemberatan (Curat) yang mencapai 102 kasus, Penganiayan Berat (Anirat) sebanyak 72 kasus, Pencurian Dengan Kekerasan (Curas) sebanyak 17 kasus, Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) sebanyak 71 kasus, pembunuhan 3 kasus dan peredaran uang palsu 1 kasus.

“Kepolisian juga menangani kasus korupsi tahun 2017 yaitu Dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2013 yang di lakukan Kepala Desa Kalibaru Wetan, Siti Sua’dah serta Dugaan penyeleweangan dana Panwaslu Kabupaten Banyuwangi tahun 2013 dengan tersangka Sekretaris Panwaslu, Sanhari dan Bendara Panwaslu, Etik Rahmani,” papar Kapolres.

Serta kepolisian mengungkap OTT di pasar hewan Glenmore dengan tersangka 2 PNS yakni Slamet Hariyono warga Kecamatan Kalibaru dan M.Zamroni warga Kecamatan Genteng.

Sementara itu, Kapolres juga memaparkan tentang kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2017 yang sebanyak 802 kasus, mengalami penurunan di banding tahun 2016 yang mencapai 810 kasus. Untuk korban meninggal dunia 228 orang, korban Luka Berat 738 orang dan korban Luka Ringan sebanyak 878 orang.

“Berdasarkan jumlahnya, kasus kecelakaan lalu lintas di tahun 2017 menurun di banding 2016, namun untuk korbannya mengalami kenaikan cukup segnifikan yang di akibatkan karena factor manusianya sendiri,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, untuk pelanggaran lalu lintas di sepanjang tahun 2017 mencapai 38.930 kasus, dengan angka tertinggi adalah pelanggaran marka atau rambu rambu lalu lintas mencapai 9.815 kasus dan surat kelengkapan berkendara sebanyak 9.427 kasus Sedangkan pelanggaran kelebihan muatan mencapai 2.753 kasus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *