Home / Banyuwangi Hari Ini / Pengadilan Tuntut Budi Pego 7 Tahun Penjara

Pengadilan Tuntut Budi Pego 7 Tahun Penjara

Budi Pego mengusung gambar atau tanda partai komunis.

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi

Heri Budiawan alias Budi Pego dituntut hukuman 7 tahun penjara atas kasus dugaan penyebaran faham komunis, saat melakukan aksi tolak tambang emas di depan kantor BSI Pesanggaran pada 4 April 2017 lalu.

Tuntutan Budi Pego disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Budi Cahyono pada Kamis siang (4/1) dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di pengadilan negeri Banyuwangi.

Menurut Jaksa, Heri Budiyawan alias Budi Pego dianggap memenuhi unsur telah melanggar pasal 107 A undang undang nomor 27 tahun 1999 tentang kitab undang undang nomor hukum pidana atau KUHP karena dianggap penyebarkan atau mengembangkan paham komunisme saat melakukan aksi demo tolak tambang emas pada 4 April 2017 lalu.

Saat aksi demo tolak tambang di depan kantor Bumi Suksesindo (BSI) lalu, Budi Pego mengusung gambar atau tanda partai komunis selaku partai terlarang di Indonesia. Upaya tersebut, dianggap sebuah penyebaran paham komunis yang bisa mengancam dan mengganggu keamanan negara.

Jaksa menganggap, munculnya gambar palu arit saat demo tolak tambang beberapa bulan lalu, adalah sebuah ajakan untuk menyebarkan paham komunis. Karena kata jaksa, selaku koordinator aksi demo saat itu, seharusnya Budi Pego yang mengetahui munculnya gambar palu arit di spanduk demonya, segera menegur dan melarang digunakannya spanduk demo bergambar palu arit. Namun yang terjadi, Budi Pego dan kawan kawan justru terus mengusung spanduk bergambar palu arit tersebut selama demo berlangsung.

Ancaman hukuman terhadap pelanggaran pasal 107 A KUHP sesuai dakwaan jaksa, adalah penjara maksimal 12 tahun. Namun tuntutan jaksa yang hanya 7 tahun penjara tersebut, mempertimbangkan karena budi pego tidak pernah dipenjara sebelumnya dan masih mempertimbangkan masalah keluarga. karena saat ini budi pego masih memiliki anak dan istri di rumah.

Sementara itu, pengacara Budi Pego, Ahmad Rifai keberatan dengan tuntutan jaksa. Karena dianggap Budi Pego tidak aktif alias pasif dalam tuduhan menyebarkan faham komunis. Dan tidak pernah mengajak secara lisan untuk mengikuti paham komunis. Bahkan fakta persidangan terungkap jika terdakwa budi pego merasa tidak membuat spanduk yang bergambar logo palu arit tersebut.

Faktanya di persidangan menurut ahli yang diajukan oleh kuasa hukum yakni Iqbal Felisiano dan Ibu Amira, perbuatan terdakwa tidak bisa dikategorikan sebagai menyebarkan atau mengembangkan paham komunisme. Bahkan hingga saat ini, Tidak ada spanduk bergambar palu arit yang ditemukan dalam video yang diputar di persidangan. sedangkan video merupakan alat bukti petunjuk, bukan bukti utama.

Seperti diketahui, pada 4 April 2017 lalu, Budi Pego bersama para pendukungnya menggelar demo tolak tambang emas di Desa Sumberagung Pesanggaran. Dalam demo itu, muncul spanduk bergambar palu arit mirip lambang PKI. Menindaklanjuti kasus tersebut, polisi melakukan pemeriksaan dan meproses hukum Budi Pego.

About farizkurnia

Check Also

Dana Desa Meningkat, Menteri Desa : Gunakan Untuk Berdayakan Ekonomi Masyarakat

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemerintah Pusat meminta setiap desa menggunakan dana desanya untuk memberdayakan ekonomi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *