Pengembangan bandara Blimbingsari ini akan terus dilakukan oleh pemerintah.

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi

Pengelolaan bandara Blimbingsari telah resmi dilakukan oleh angkasa pura 2. Serah terima pengelolaan bandara kebanggaan warga Banyuwangi itu, telah dilakukan oleh kementrian perhubungan kepada angkasa pura 2 sejak bulan desember 2017 lalu. Namun hingga saat ini, take over atau pengambil alihan aset tersebut secara bertahap masih berlangsung. Dan ditargetkan, bulan februari mendatang, take over pengelolaan aset daerah tersebut sudah sepenuhnya dikelola oleh angkasa pura 2.

Asisten pemerintahan pemkab Banyuwangi, Choirul Ustadi menuturkan, saat ini, masa transisi pengelolaan bandara Blimbingsari masih berlangsung. Dan pihaknya telah melakukan rapat percepatan take over penyerahan aset milik daerah kepada angkasa pura. Ditargetkan, bulan Februari mendatang, secara menyeluruh, aset milik pemkab Banyuwangi dan milik Kementrian Perhubungan sudah beralih kepada Badan Usaha Milik Negara tersebut.

Selama proses transisi peralihan berlangsung, pihak pemkab Banyuwangi dan UPT Kementrian Perhubungan saling memberikan informasi teknis terkait proses pengambil alihan aset bandara secara menyeluruh kepada PT. Angkasa Pura yang akan mengelola bandara Blimbingsari nantinya.

Choirul ustadi menambahkan, pengembangan bandara Blimbingsari ini akan terus dilakukan oleh pemerintah. Ditargetkan bulan Agustus mendatang, apron bandara akan diperlebar menjadi 18.000 m2, bahkan penebalan run way atau landasan pacu juga akan dilakukan termasuk melakukan perpanjangan runway hingga 2500 meter. Karena bandara Blimbingsari ini kedepan ditargetkan bisa didarati pesawat ukuran besar dengan kapasitas lebih banyak. Bahkan nantinya, pendaratan pesawat juga akan bisa dilakukan di depan green airport Blimbingsari.

Kementerian Perhubungan menyerahkan pengelolaan Bandara Blimbingsari Banyuwangi kepada PT Angkasa Pura II. Penyerahan hak kelola ini salah satunya bertujuan untuk mengurangi beban anggaran negara. Penandatanganan pemberian hak dilakukan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso kepada Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin pada 22 Desember 2017 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *