Mobil listrik adalah mobil masa depan yang sinergis dengan program konservasi energi nasional.

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi

Untuk mengembangkan kualitas teknoloogi di Banyuwangi, Politeknik Banyuwangi (Poliwangi) akan mengembangkan penelitian tentang mobil listrik. Pengembangan kendaraan listrik ini, juga sejalan dengan kebijakan dan program konservasi energi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia, sebagai upaya melakukan gerakan hemat energi.

Langkah awal pengembangan mobil bertenaga listrik ini dilakukan dengan menggelar seminar tentang mobil listrik yang diikuti oleh mahasiswa jurusan teknik mesin pada hari sabtu kemarin.

Direktur Poliwangi, Son Kuswadi menuturkan, mobil listrik adalah mobil masa depan, yang sinergis dengan program konservasi energi nasional. Mengingat saat ini, pemerintah pusat terus mengembangkan uji coba teknologi mobil listrik ini.

Sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat tersebut, Poliwangi terus mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan penelitian tentang mobil listrik tersebut. Bahkan saat ini pimpinan Poliwangi tengah mempersiapkan mahasiswanya untuk mengikuti lomba pembuatan mobil listrik di politeknik Bandung pada bulan September mendatang.  Karena adanya lomba teknologi ini, bisa mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kemampuannya.

Yon Kuswadi menambahkan, karena keterbatasan anggaran, untuk langkah awal pengembangan teknologi listrik ini, Poliwangi menggandeng pihak swasta dalam menggelar seminar teknologi tersebut, yakni PT. BSI, yang dianggap peduli terhadap peningkatan pendidikan teknologi di kampus Poliwangi.

Dalam seminar mobil listrik yang digelar sabtu kemarin itu, mengusung tema ‘Optimalisasi Energi Listrik untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dan Pengenalan Mobil Listrik Hemat Energi’. Acara yang diikuti ratusan mahasiswa Poliwangi itu, menghadirkan pemateri Febri Arwan Nugraha, ST, M.Sc. Seorang ahli kelistrikan, jebolan Abu Dhabi, yang juga karyawan PT. BSI, bagian Electrical Mining.

Sementara itu, Manager External Affairs PT. BSI, Yunizar Imamsyah mengatakan, Melalui seminar sekaligus kampanye hemat energi ini, pihaknya berharap dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa untuk berhemat dalam pemanfaatan energi. Lebih jauh lagi, mahasiswa mendapat pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber energi terbarukan dan konservasi energi.

Gerakan hemat energi, lanjutnya, perlu terus digalakkan mengingat cadangan sumber energi terbatas. Sementara pemenuhan kebutuhan energi masih didominasi oleh sumber energi fosil. Atau sumber energi yang tidak dapat diperbaharui. Disisi lain, kebutuhan energi terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *