radiovisfm.com, Banyuwangi – Nelayan di pantai grajagan Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi hingga kini tidak berani melaut, karena cuaca buruk dalam beberapa bulan terakhir.

Gelombang tinggi mencapai 3,5 meter di sertai angin cukup kencang, terjadi di kawasan salah satu wisata pantai di Banyuwangi tersebut sejak Desember 2017 lalu. Akibatnya, para nelayan setempat tidak berani melaut demi keselamatan jiwa mereka.

Salah satu nelayan setempat, Supariyanto mengatakan, seluruh nelayan pantai grajagan saat ini memilih menyandarkan perahu mereka di sepanjang pinggir pantai.

“Beberapa orang dari mereka memperbaiki perahu dan jaringnya,” ujarnya.

Supariyanto mengaku, dengan adanya kondisi ini menyebabkan para nelayan tersebut tidak memiliki penghasilan apapun, dan mereka terpaksa harus hutang di berbagai tempat guna menopang perekonomian keluarganya.

“Dan mereka berjanji akan membayarnya apabila sudah bisa melaut lagi, di saat cuaca kembali membaik,” kata Supariyanto.

Dia menjelaskan, cuaca buruk ini merupakan fenomena tahunan yang selalu terjadi di kawasan pantai grajagan, sehingga para nelayan sudah bisa memahaminya.

“Gelombang tinggi di sertai angin cukup kencang tersebut, diprediksi akan masih terjadi hingga 2 bulan ke depan,” pungkas Supariyanto.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan BMKG Banyuwangi, ketinggian gelombang di kawasan perairan selat bali utamanya di lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk pada Rabu (17/1) berkisar antara 0,3 hingga 1,5 meter.

Dengan kecepatan angin antara 5 sampai 18 knot, sehingga di perlukan kewaspadaan dari para nahkoda kapal maupun para pengguna jasa pelayaran.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *