radiovisfm.com, Banyuwangi – Seorang pengedar Pil Koplo asal Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi di tangkap aparat polsek Rogojampi, yang merupakan pengembangan dari di amankannya kawanan pemuda saat sedang pesta miras.

Awalnya, pihak kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai adanya segerombolan anak muda sedang pesta minuman keras sambil menenggak pil koplo di kawasan pinggir sungai atau saluran irigasi di Dusun Krajan Desa Mangir Kecamatan Rogojampi. Selanjutnya, dua anggota Polsek Rogojampi mendatangi TKP untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Dan rupanya memang benar, di lokasi ada 5 orang pemuda sedang duduk sambil meminum minuman keras dan di duga juga mengkonsumsi pil koplo.

Kapolsek Rogojampi Banyuwangi, Kompol Suharyono mengatakan, saat mengetahui kedatangan aparat kepolisian, 3 orang melarikan diri dan 2 orang lainnya berhasil di tangkap, yakni Gringo Wilangkori (23) warga Desa Mangir Kecamatan Rogojampi dan Nanang Jamalkudin (21) warga Desa Kedayunan Kecamatan Kabat.

“Bahkan, salah satu dari mereka sempat membuang 2 bungkus plastic klip yang berisi 13 butir pil Trihexyphenidyl ke kanal irigasi,” ujar Kapolsek.

Dia menjelaskan, kepada petugas, mereka mengaku mendapatkan obat obat sediaan farmasi tersebut dari pengedarnya yang di akui bernama Rino Karya Anggara warga Dusun Pekiwen RT 01 RW 02 Desa Kaligung Kecamatan Blimbingsari.

“Kepolisian pun langsung melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap kasus ini,” ungkap Kapolsek.

Kompol Suharyono mengaku, selang beberapa lama, petugas berhasil menangkap laki laki berusia 21 tahun tersebut di jalan depan Kantor desa Kaligung masuk kawasan Dusun Kramatagung Desa Kaligung Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi.

Dalam penangkapan ini, kepolisian mengamankan barang bukti 103 butir pil jenis Trihexyphenidyl dari tangan tersangka yang di letakkan di dalam bekas bungkus rokok. Serta sebuah dompet warna hitam berisi uang tunai Rp 241.000 yang merupakan hasil penjualan pil Trihexyphenidyl.

“Untuk 2 pemuda yang di amankan sebelumnya, Gringo Wilangkori dan Nanang Jamaludin hanya di kenakan sangsi sebagai saksi,” tutur Kapolsek.

Pasalnya, berdasarkan peraturan yang ada, bagi pemakai pil koplo hanya di kenakan sangsi sebagai saksi. Sementara yang di kenakan sangsi hukuman penjara adalah penjual atau bandarnya.

Untuk penahanan tersangka di lakukan di Mapolsek Rogojampi. Pasalnya menurut KBO Nakorba Polres Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti saat ini seluruh polsek jajaran di perintahkan oleh Kapolres untuk bisa mengungkap peredaran narkoba maupun pil koplo yang semakin marak di wilayah Banyuwangi.

“Sehingga, jika aparat polsek berhasil menangkap tersangka pil koplo, maka penahanannya di lakukan di Mapolsek setempat,” ujar Iptu Suryono.

“Namun untuk penangkapan kasus Narkoba jenis sabu maupun ganja, penyidikannya di limpahkan ke Satreskoba Polres Banyuwangi,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *