Reporter : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Anggota komisi A DPRD Propinsi Jawa Timur, KH Fauzan mengunjungi Lapas Banyuwangi untuk mendengar keluhan sekaligus menyerap aspirasi para warga binaan, Sabtu (20/1).

Anggota dewan asal Kecamatan Singojuruh Banyuwangi tersebut melihat satu persatu kondisi sel tahanan, yang di nilainya cukup memprihatinkan. Pasalnya, seharusnya satu ruangan untuk 5 hingga 7 orang, namun dari kondisi di lapangan justru di huni hingga 20 an orang.

Dan dari kunjungannya kali ini, Fauzan juga menyoroti tentang sanitasi dan kondisi air di dalam lapas. Karena dari catatan di klinik Lapas Banyuwangi, hampir 50 sampai 60 orang warga binaan terserang batuk dan flu dalam setiap harinya.

“Terkait dengan kondisi Lapas Banyuwangi yang sudah over kapasitas, kami berharap pemerintah daerah, propinsi maupun pusat memberikan perhatian dan keseriusan dengan menentukan jalan keluar, di antaranya membangun gedung lapas yang baru,” papar Fauzan.

“Karena di harapkan pula, warga binaan tersebut bisa cepat menjadi sadar dan tidak menimbulkan persoalan baru selama berada di lapas, jika kondisi lokasi yang di tempatinya di nilai nyaman,” ujar anggota dewan dari kader P3 tersebut.

Fauzan juga mengaku, hasil dari kunjungan kerjanya ini akan di laporkan kepada Kementrian Hukum dan HAM melalui Pemerintah Propinsi Jawa Timur untuk segera merealisasikannya, menyusul komisi A juga membidangi hal itu.

“Yang terpenting komisi A saat ini sudah melakukan inisiasi 2 peraturan daerah yang di anggap menjadi kewenangan partikal,” ungkapnya.

Yakni Perda Tim Pengawsaan Orang Asing (Timpora) dan Perda Pencegahan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dan dengan hasil kunjungan kerjanya ini, Fauzan mengaku tidak menutup kemungkinan nantinya Komisi A juga akan mengangkat persoalan Lapas menjadi peraturan daerah.

“ Agar para warga binaan juga mendapatkan kehidupan yang layak dengan pola sehat di dalam lapas,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *