Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi

Untuk mengawal proses penegakan hukum dalam persidangan kasus demo berlogo palu arit, sejumlah ormas dari kalangan Nahdliyin dan nasionalis mendirikan posko anti komunis yang bertempat di jalan Agus Salim Banyuwangi.

Sejumlah ormas yang terdiri dari perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Banser, Brigade Bela Bangsa, Forum Peduli Umat Indonesia (FPUI), Forum Suara Blambangan (Forsuba) dan Pemuda Pancasila tersebut, menamakan yang mereka bentuk tersebut dengan nama Gerakan Anti Kebangkitan Komunis.

Posko yang bertempat di Sekretariat Pemuda Pancasila Banyuwangi tersebut, akan dijadikan pusat pendataan sekaligus markas seluruh elemen masyarakat yang tergerak untuk mengawal penegakan supremasi hukum dalam persidangan kasus demo berlogo palu arit di Pesanggaran, 4 April 2017 lalu. Karena persidangan kasus demo berlogo palu arit dengan terdakwa budi pego itu, akan memasuki agenda putusan pada hari Selasa mendatang.

Ketua pemuda Pancasila Banyuwangi, Eko Suryono menuturkan, gerakan ini untuk mengawal proses persidangan kasus demo berlogo palu arit yang pada Selasa 23 Januari 2018 depan sudah memasuki agenda pembacaan vonis oleh hakim pengadilan negeri Banyuwangi. Dalam konferensi pers pembukaan posko gerakan anti kebangkitan komunis yang digelar Jumat (19/1) siang itu,  juga dihadiri Ketua FPUI, Kiai Abdul Hanan dan Ketua Forsuba, Abdillah Rafsanjani beserta anggotanya.

Ormas dari massa NU dan Nasionalis tersebut meminta Majelis Hakim untuk tidak ragu dalam melakukan penegakan supremasi hukum. Terlebih khusus kasus demo palu arit, dinilai sangat mirip dengan lambang Partai Komunis Indonesia.Mengingat, Banyuwangi pernah dilukai oleh laten Komunis, hingga 61 orang kader GP Ansor dibantai dan dikubur dilubang buaya Cemetuk, Cluring.

Sementara itu, ketua forsubaAbdillah Rafsanjani, meminta aparat Polres Banyuwangi, untuk lebih mewaspadai massa pendukung terdakwa kasus demo palu arit, Hari Budiawan alias Budi Pego. Karena dikhawatirkan diboncengi oleh oknum-oknum yang ingin menghidupkan kembali paham Komunis gaya baru di Bumi Blambangan dengan memutar balikka  fakta atas informasi yang beredar saat bergulirnya kasus demo palu arit tersebut.

Untuk memastikan Majelis Hakim bisa menjalankan tugas dengan lebih tenang dan profesional saat pembacaan vonis nanti, rencananya massa NU dan Nasionalis akan menurunkan ratusan anggota demi turut mengamankan jalannya persidangan. Bahkan, sehari sebelum sidang agenda pembacaan vonis, kelompok Gerakan anti kebangkitan komunis akan berkonvoi keliling Banyuwangi, melibatkan 50 an kendaraan bermotor. Konvoi tersebut bertujuan agar masyarakat lebih mewaspadai indikasi kemunculan paham komunis gaya baru.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *