Kalau kamu iseng memperhatikan urat nadi yang ada di tangan, apa warna yang terlihat? Kebanyakan orang mungkin akan menyebut kalau nadinya berwarna biru atau hijau namun sebetulnya menurut dokter nadi kita berwarna merah.

Lalu mengapa nadi bisa terlihat biru kehijauan dijelaskan oleh David Irving dari University of Technology Sydney karena sifat spesial yang dimiliki darah. Hemoglobin (protein yang membuat darah berwarna merah) bisa sangat baik dalam menyerap spektrum warna merah pada cahaya matahari.

“Cahaya matahari yang menyentuh kulit kita di siang hari pada dasarnya berwarna putih yang merupakan gabungan dari seluruh spektrum warna tampak… Ketika cahaya mengenai nadi, spektrum warna merah ini diserap,” kata David seperti dikutip dari ABC Australia, Senin (22/1/2018).

Sementara itu spektrum warna biru yang ada pada cahaya matahari mudah untuk dipantulkan kembali. Akibatnya apa yang mata kita ‘tangkap’ saat melihat nadi adalah cahaya yang lebih banyak spektrum warna birunya.

Sifat spesial darah ini biasa dimanfaatkan oleh para tenaga kesehatan untuk mencari nadi. Dengan sengaja menembakkan cahaya merah atau bahkan inframerah ke kulit, seseorang bisa dengan mudah melihat nadinya karena akan terlihat berwarna hitam.

“Kalau kamu menembakkan cahaya biru di kulit apa yang akan kamu lihat adalah kulit yang berwarna biru dan nadi sulit ditemukan. Kamu mungkin menemukan tempat publik seperti toilet umum memakai lampu biru, tujuannya agar membuat susah para pengguna narkoba suntik,” kata David.

Source : detikHealth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *