Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Finish di Banyuwangi, para peserta lomba balap sepeda Tour De Indonesia di sambut berbagai kesenian dan tarian tradisional daerah. Banyuwangi kebagian menjadi lokasi finish etape 3 perhelatan balap sepeda yang masuk kategori 2.1 ini, dengan start dari Probolinggo berjarak tempuh sejauh 200 KM.

Saat para pembalap tiba Taman Blambangan Banyuwangi, Sabtu (27/1), mereka di suguhi beberapa tarian daerah hasil karya seniman Banyuwangi. Salah satunya tarian Jaripah dan Jejer Gandrung.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyambut langsung para pebalap tersebut dan berkesempatan menyerahkan trofi kemenangan pada para pemenang etape bersama Ketua Pengurus Besar Sport Sepeda Indonesia Raja Sapta Oktohari.

Dalam sambutan singkatnya, Raja Sapta Oktohari mengatakan, sebagai penyelenggara TDI, pihaknya berterima kasih kepada Banyuwangi yang telah menjadi lokasi finish etape ketiga dan memberikan sambutan yang meriah pada para pebalap. Raja Sapta juga menyampaikan terima kasih kepada semua stake holder di Banyuwangi yang telah ikut mendukung kelancaran even TDI.

“TDI merupakan even yang sejak awal dia rencanakan dengan Bupati Banyuwangi, yang semula direncanakan finish di Banyuwangi. Tepuk tangannya mana? “ kata Raja Sapta yang di sambut dengan tepukan dari ratusan penonton yang memadati Taman Blambangan.

“Tapi karena start dari Yogyakarta maka panjang rutenya kurang sehingga di tambah hingga ke pulau bali,” imbuhnya.

Raja Sapta melanjutkan, pihaknya sangat mengapresiasi kiprah Banyuwangi yang memberikan perhatian khusus pada dunia olahraga sepeda. Bahkan dia menganggap Banyuwangi sebagai markasnya olahraga sepeda di Indonesia.

“Disini ada pabrik prestasi untuk BMX, juga even balap sepeda International Tour De Ijen yang rutin digelar setiap tahun, serta ada pabriknya pelatih sepeda dan pabriknya kompetisi road bike,” puji Raja Sapta.

Kedepan, dia berjanji akan menggelar kejuaraan downhill asia pasific di Banyuwangi.

“Ini sebagai apresisi atas komitmen daerah yang berkontribusi pada pengembangan olahraga sepeda di Indonesia,” ungkapnya.

Raja Sapta mengaku merasa sangat nyaman melakukan kegiatan di Banyuwangi, karena akan membuat apa saja disini di nilai bisa cepat tereksekusi. Hal ini disebabkan karena pemimpinnya dan orang-orang timnya hebat. Bahkan pertama kali menggelar kejuaraan BMX saja levelnya langsung masuk agenda UCI dan ini yang pertama di Indonesia.

“Oleh karena itulah, saya bersemangat untuk membuat track down hill dan membawa even ini ke Banyuwangi,” pungkas Raja Sapta.

Sementara itu Bupati Banyuwani Azwar Anas menyambut baik hadirnya TDI di Banyuwangi. Bahkan dia mengaku siap apabila TDI menambah etape khusus di Banyuwangi.

“Saya harap, tahun depan TDI bisa berakhir di Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas.

“Misalnya ada satu etape TDI yang menyusuri bentang alam Banyuwangi dan finish di Gunung Ijen,” imbuhnya.

Secara infrastruktur Banyuwangi siap untuk menyambut even kompetisi sepeda internasional, karena Bupati Anas mengaku sudah terbiasa sebelumnya dengan International Tour De Banyuwangi Ijen sejak 2012. Bahkan elemen masyarakat, TNI dan Polri diakuinya semua sudah siap.

“Selama ini Banyuwangi menjadikan even kompetisi sepeda sebagai strategi sportourism yang mengkombinasi olahraga dengan budaya dan alam. Banyuwangi ingin menjadi daerah penghasil prestasi olehraga sekaligus juga mempromosikan pariwisata daerah,” papar Bupati Anas.

Diakuinya sengaja memilih Olah Raga sebagai bagian strategi promosi daerah, karena ada nilai-nilai didalamnya yang bisa ditularkan bagi warga Banyuwangi. Seperti Kedisiplinan, kerjasama lintas sektoral dan membangun komunikasi, semuanya harus dilakukan untuk menyukseskan even.

“Banyuwangi sendiri, siap menjadi tuan rumah perhelatan olahraga internasional seperti down hill Asia Pasific,” tutur Bupati Anas.

“Selain pengalaman yang teruji dalam menggelar even, saat ini Banyuwangi semakin mudah dijangkau dengan adanya dua penerbangan langsung dari Jakarta ke Banyuwangi yang memudahkan peserta untuk datang. Bahkan, Akomodasi dan amenitas pendukung lainnya juga terus ditambah,” papar Bupati Anas.

Bandara Banyuwangi akan segera diperluas untuk bisa menambah pesawat berbadan besar. Pertengahan tahun ini juga akan ada tiga hotel besar yang diresmikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *