Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Berdasarkan hasil pengembangan penyidikan, Kepolisian menetapkan 4 tersangka dalam kasus pengoplosan gas elpiji serta di duga adanya keterlibatan oknum marinir.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Banyuwangi bersama Sub Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Subdit Tipiter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur berhasil membongkar kasus pengoplosan gas elpiji 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non subsidi.

Awalnya, kepolisian mengamankan 2 tersangka namun kini mengembang kepada 2 tersangka lainnya. Kasus ini juga di duga melibatkan oknum marinir berinisial Kopka S warga Dusun Pasembon Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi. Karena proses pengoplosan ini di lakukan di lahan area rumah oknum marinir tersebut.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodik Efendi mengatakan, ke empat orang pelaku yang di amankan kepolisian itu yakni Roberto Eko Septian (21), Yoga Bagus Rahmad Salim (20) dan Joni (50), ketiganya warga Dusun Pasembon Desa Sambirejo Kecamatan Bangorejo.

“Satu pelaku lainnya yakni Supardi (58) warga Dusun Sukorejo Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo,” ujar AKP Sodik.

“Awalnya, polisi hanya mengamankan dua pelaku yaitu Robert sebagai driver dan Supardi selaku pemilik modal,” imbuhnya.

Dari hasil penangkapan ini, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat pengoplos dan ratusan tabung gas beserta sebuah mobil pick up. AKP Sodik mengaku, dari hasil penangkapan kedua pelaku inilah, kepolisian kembali melakukan pengembangan penyidikan dan berhasil membekuk Yoga dan Joni yang berperan sebagai pengoplos dan bagian pemasaran.

“Dalam sekali produksi, para pelaku berhasil memindahkan 260 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram ke dalam tabung gas berukuran 12 kilogram,” tutur AKP Sodik.

Sementara dalam seminggu, mereka memproduksi hanya dua kali sehingga dalam seminggu mereka bisa menghabiskan 520 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. Dalam setiap pengisian, 1 tabung gas elpiji 12 kilogram di isi 4 tabung gas 3 kilogram.

“Tabung gas elpiji bersubsidi yang telah di pindah ke dalam tabung gas berukuran lebih besar itu selanjutnya di distribusikan di sekitar wilayah Kecamatan Bangorejo dan Kecamatan Muncar,” papar AKP Sodik.

Para pelaku menjual pada pelanggannya atau toko dengan harga Rp 135 ribu per tabung ukuran 12 kilogram. Padahal biaya produksi untuk mengisi satu tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram hanya sebesar Rp 60 ribu, karena harga pertabung 3 kilogram sebesar Rp 15 ribu.

“Dalam setiap minggu, mereka meraup keuntungan sebesar Rp 9,7 juta atau setiap bulan mencapai Rp 39 juta,” pungkas Kasat Reskrim.

Sementara itu, saat ini Datesemen Polisi Militer (Dandenpom) Pangkalan TNI AL Banyuwangi tengah melakukan penyelidikan mengenai dugaan keterlibatan oknum marinir dalam kasus tersebut, dengan mengumpulkan data dan memintai keterangan seumlah saksi di lokasi kejadian.

Pasalnya, dari pengembangan penyelidikan kepolisian, rumah oknum marinir tersebut di gunakan untuk proses pengoplosan, sehingga di nilai apakah dia terlibat langsung dalam kasus ini ataukah tidak.

Sementara, para pelaku itu mendapatkan gas elpiji dengan membeli langsung kepada agen yang tidak jauh dari lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *