Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Setelah di lakukan pencarian selama 3 hari, seorang pendaki yang di kabarkan tersesat di Gunung Raung akhirnya bisa di temukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, Minggu (4/2).

Pendaki naas itu adalah Zaki Putra Andika (23) warga Desa Sedayu Lawas RT 03 RW 03 Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Jenazahnya di temukan oleh dua anggota tim SAR relawan, Arif dan Acong di kawasan lereng tusuk gigi yang berada di ketinggian 3.142 mdpl masuk wilayah Kabupaten Bondowoso sekira pukul 13.00 WIB.

Sedangkan Gunung Raung sendiri memiliki ketinggian 3344 mdpl yang terletak dalam tiga kabupaten di wilayah Besuki, Jawa Timur, yaitu Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Namun upaya evakuasi jenazah korban masih belum bisa di lakukan hingga minggu sore, karena terkendala badai dan kabut di sekitar lokasi.

Kapolsek Kalibaru Banyuwangi, AKP Jabar mengatakan, operasi SAR ini di lakukan selama 3 hari untuk mencari korban tersebut yang sebelumnya mendaki bersama 2 orang temannya, Moh.Sholahudin Qoyyim (22) warga Desa Mojorejo RT 19 RW 03 Kecamatan Kawadanan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan Moh.Bayu Alfarizi (19) warga Desa Selokaton RT 03 RW 09 Kecamatan Gondang Rejo Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Solo.

“Di duga korban meninggal dunia karena kehabisan bekal sejak di kabarkan tersesat pada Kamis hingga Minggu,” ungkap Kapolsek.

“Sementara, kedua korban yang berhasil selamat di inapkan di Base Camp 4 Dusun Wonorejo Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru,” imbuhnya.

Meski demikian menurut Kapolsek, masih belum bisa di pastikan kapan jenazah korban di bawah turun karena di lokasi masih terjadi cuaca buruk.

Dan tim yang terlibat dalam pencarian jenazah korban ini adalah dari Basarnas Pos Siaga SAR Banyuwangi, Basarnas Pos SAR Jember, BPBD Banyuwangi, Polsek dan Koramil Kalibaur, Relawan SAR Raung, Banyuwangi SAR Independen, Pos Pendakian Gunung Raung, SAR Surabaya, IPKA Malang, ARPI Banyuwangi, Adios Pala juga warga setempat.

Sebelumnya, Rabu (31/1) korban bersama 2 orang temannya berangkat dari Solo menuju ke Banyuwangi untuk melakukan pendakian di Gunung Raung. Sesampainya di puncak tusuk gigi pada Kamis (1/2), satu pendaki yakni Moh Bayu Alfarizi tidak melanjutkan perjalanan karena kecapekan sedangkan 2 orang lainnya termasuk korban tetap melanjutkan perjalanan hingga ke puncak. Lokasi tusuk gigi merupakan medan paling berat dalam pendakian gunung raung.

Saat itulah, ditengah perjalanan tiba tiba terjadi angin cukup kencang di sertai petir dan kabut tebal, namun tidak turun hujan. Karena kondisi inilah kedua pendaki tersebut terpisah.

Selang beberapa lama, Moh Bayu Alfarizi berhasil di temukan oleh rombongan pendaki lainnya lalu di bawah turun ke Base Camp 4 sambil menginformasikan 2 orang temannya masih di atas karena tersesat. Selanjutnya, tim SAR lokal melakukan pencarian terhadap kedua pendaki tersebut.

Selang beberapa lama, 1 pendaki, Moh Salahudin Qoyyim berhasil di temukan tim SAR lokal di lokasi pos 7 dalam keadaan selamat, lalu di bawa turun ke Base Camp. Sedangkan 1 pendaki lainnya, Zaki Putra Andika dinyatakan tersesat hingga akhirnya di temukan sudah meninggal dunia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *