Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Seorang laki laki asal Kecamatan Genteng Banyuwangi di tangkap polisi karena melakukan penganiayaan terhadap ibu kandungnya hingga babak belur, hanya gara gara ingin mendapatkan warisan.

Bahkan berdasarkan pengembangan penyidikan, hingga saat ini laki laki tersebut melakukan pemukulan terhadap ibu kandungnya sebanyak 17 kali.

Anak durhaka itu diketahui bernama Susilo Suharto (39) tinggal bersama istrinya di kawasan Dusun Wadungdolah RT 16 RW 4 Desa Kaligondo Kecamatan Genteng Banyuwangi.

Sementara yang menjadi korban kebiadabannya yang juga merupakan ibu kandungnya adalah Rukinem (55) tinggal di Dusun Sumberagung RT 04 RW 03 Desa Rejoagung Kecamatan Srono Banyuwangi.

Peristiwa penganiayaan ini berawal dari kedatangan pelaku di rumah ibunya, bermaksud meminta warisan namun korban tidak memberinya dengan alasan, warisan yang ada saat ini adalah bagian saudara saudaranya. Sedangkan pelaku sendiri, sebelumnya sudah mendapatkan bagian.

Sementara, sisa warisan yang ada di samping rumah di gunakan oleh ibunya untuk kelangsungan hidupnya.

Kapolsek Srono Banyuwangi, AKP Mulyono yang menangani kasus ini mengatakan, mendapati keterangan ibunya tersebut, pelaku marah hingga terjadi cekcok mulut di antara mereka yang berlanjut pada pemukulan yang di lakukan pelaku kepada ibunya.

“Tidak hanya itu saja, pelaku juga menginjak injak tubuh ibunya yang sudah terjatuh ke tanah,” ujar Kapolsek.

Akibatnya menurut Kapolsek, korban mengalami luka memar di kepalanya, serta benjolan cukup besar di dahi hingga menderita sakit kepala berat.

“Bahkan, korban juga mengalami sakit pada punggungnya,” imbuh Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, mendapati kondisi ini, korban langsung melaporkan anaknya tersebut ke pihak kepolisian hingga di lakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Untuk memperkuat laporan ini, kepolisian pun melakukan visum terhadap luka luka korban,” pungkas Kapolsek.

Hingga kini, pelaku di amankan di Mapolsek Srono Banyuwangi guna di lakukan pengembangan penyidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *