Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pasangan suami istri di Kecamatan Songgon Banyuwangi meninggal dunia dilokasi, setelah rumahnya tertindih tanah tebing yang longsor. Mereka adalah Tumiran (55) dan istrinya, Salamah (43) warga Dusun Sambungrejo RT 02 RW 03 Desa Bayu Kecamatan Songgon.

Sementara anak mereka, Azizah (6) berhasil terselamatkan. Bocah yang masih duduk di bangku TK tersebut mendapat perawatan di Puskesmas Songgon dengan mengalami luka lecet di tangan.

Sedangkan bapak dan ibunya mengalami berbagai luka cukup berat di beberapa bagian tubuhnya, sehingga meninggal dunia seperti luka di kapal dan kedua kakinya patah akibat tertindih bangunan rumah.

Camat Songgon Banyuwangi, Wagiyanto mengatakan, upaya evakuasi jenazah korban berlangsung cukup lama, dengan melibatkan warga setempat, aparat kepolisian, TNI dan juga aparatur desa serta kecamatan.

“ Pasalnya, posisi jenazah korban tertindih bongkahan bangunan rumah dan lemari juga barang berat lainnya. Saat di temukan, posisi jenazah kedua korban tengah memeluk anaknya untuk melindungi dari reruntuhan rumah,” papar Wagiyanto.

“Peristiwa ini terjadi pada Minggu dini hari (4/2) sekira pukul 02.30 WIB,” imbuhnya.

Menurut keterangan saksi mata, Rahman yang tinggal di depan rumah korban, pada saat itu dia mendengar ada suara sangat keras dan setelah di lihat ternyata rumah korban telah roboh.

Mengetahui hal ini, Rahman berteriak meminta tolong warga untuk membantu melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimbun reruntuhan rumah. Selanjutnya, tim kecamatan songgon dan masyarakat melakukan evakuasi korban pada pukul 05.00 WIB. Korban Azizah berhasil di selamatkan dan langsung di bawa ke Puskesmas Songgon. Sedangkan kedua orang tuanya di temukan sudah meninggal dunia.

“Rumah korban tertindih tebing setinggi 4 meter di belakang rumah yang longsor,” ujar Wagiyanto.

Di duga, tebing tersebut terkikis air hujan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini. Sementara, lahan yang di bangun perumahan warga tersebut adalah milik perhutani dengan sistem Hak Guna Pakai.

“Lahan itu bisa di tempati namun tidak bisa di buatkan sertifikat,” tutur Wagiyanto.

Setelah berhasil di evakuasi, jenazah kedua korban di semayamkan di rumah duka di kawasan Desa Sragi Kecamatan Songgon, yang merupakan kampung halaman mereka. Sementara anak korban, Azizah masih mendapat perawatan medis di puskesmas songgon.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *