Banyuwangi Hari Ini Kriminal & Hukum

Lakukan Penipuan, Polisi Gadungan Diringkus Polisi Beneran

Ilex VIS
Written by Ilex VIS

Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Seorang polisi gadungan di tangkap Satreskrim Polres Banyuwangi, setelah di laporkan warga yang menjadi korbannya dengan modus bisa menyelesaikan masalah hukum.

Tersangka di ketahuibernama Paul Leonardo G (47) bertempat tinggal di kawasan Desa Gitik Kecamatan Rogojampi Banyuwangi. Namun sesuai KTP nya, beralamatkan di Jalan Pedati Timur Dalam nomor 54 RT 04 RW 09 Rawa Bunga, Jakarta Timur.

Dia telah melakukan penipuan terhadap seorang perempuan, Hartatik yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumahnya di kawasan Kecamatan Rogojampi.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Sodik Efendi mengatakan, setelah mendapat laporan dari korban, sejumlah aparat Satreskrim mengejar keberadaan pelaku di rumahnya hingga di lakukan penangkapan.

“Modus operandi yang di lakukan tersangka adalah dengan berpura pura mengaku sebagai anggota penyidik kepolisian, dengan menunjukkan selebaran kertas yang berisi sejumlah nominal tagihan yang di akui adalah biaya untuk menyelesaikan sebuah kasus,” papar Kasat Reskrim.

Sedangkan di dalam kertas tersebut terdapat logo semeru beserta tulisan Satlap, yang di akui oleh tersangka adalah kepanjangan dari Satuan Laporan.

“Kami tidak mengetahui lebih jelas mengenai makna dari tulisan Satlap itu,” imbuhnya.

Kasat Reskrim menceritakan, awalnya, korban mendapat pesan melalui aplikasi WA yang bertuliskan bahwa korban di tuduh telah menyembunyikan DPO pelaku kriminalitas.

“Kondisi ini di manfaatkan oleh tersangka dengan berpura pura bisa membantu serta di takut takuti jika masalah ini tidak bisa di selesaikan, maka korban akan di tangkap polisi,” tutur AKP Sodik.

Setelah terjadi persetujuan diantara mereka, tersangka yang sebelumnya tinggal di Manado itu pun menunjukkan lembaran kertas yang berisi totalan biaya yang harus di bayar oleh korban. seperti biaya penangguhan penahanan selama 3 bulan sebesar Rp 300.000, administrasi penangguhan penahanan Rp 50.000, administrasi penjamin Rp 50.000, biaya materai Rp 21.000 serta biaya control petugas ke tempat tinggal tersangka selama 3 bulan sebesar Rp 150.000.

Sehingga total biaya yang harus di bayar korban sejumlah Rp 571.000 dan korban pun membayar biaya tersebut kepada tersangka.

Kasat Reskrim menjelaskan, penangkapan ini merupakan rangkaian dari kasus yang sebelumnya menjerat tersangka dengan kasus yang sama di Manado.

“Saat itu, korban juga di mintai uang sebesar Rp 5.600.000 di tambah permintaan yang lain, sehingga total kerugian yang di alami korban senilai Rp 8.000.000,” ungkapnya.

Lebih lanjut AKP Sodik mengatakan, di internal kepolisian tidak pernah tercantum berbagai biaya yang harus dibayarkan oleh masyarakat dalam menghadapi kasus hukum. Sehingga apa yang sudah di lakukan oleh tersangka tersebut di nilai sebagai pelanggaran hukum.

“Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim.

About the author

Ilex VIS

Ilex VIS

Ilex VIS, salah satu jurnalis Radio VIS FM dan Penyiar. Anda bisa mendengarkan suara khasnya dalam program radio informasi, seperti Bingkai Pagi dan Inti VIS FM.

Leave a Comment