Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Ratusan rumah warga di sejumlah desa di 3 Kecamatan di Banyuwangi terendam banjir, akibat hujan deras mengguyur kawasan setempat lebih dari 2 jam, Kamis (8/2).

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir merendam kawasan pemukiman warga di kawasan Dusun Kabat Mantren Desa Wringinputih Kecamatan Muncar, akibat luapan aliran sungai tojo yang debitnya terus meningkat seiring dengan hujan deras yang terjadi sejak siang hari.

Dalam waktu yang hampir bersamaan, terjadi banjir hingga masuk ke pemukiman penduduk di kawasan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran. Bahkan, jembatan penghubung antar desa jebol di terjang banjir.

Dan yang terparah terjadi di wilayah Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Sebanyak 200 an rumah warga yang di huni 200 an KK lebih yang ada di Dusun Bimorejo dan Dusun Aseman Desa Bimorejo terendam banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa.

Untuk di Dusun Bimorejo tercatat ada ratusan rumah warga di 4 RT yang terendam banjir. Sedangkan di Dusun Aseman terdapat puluhan rumah warga di 1 RT yang mengalami kondisi yang sama.

Camat Wongsorejo Banyuwangi, Sulistyowati mengatakan, hujan lebat mengguyur kawasan setempat sejak siang hari, yang menyebabkan aliran sungai bajulmati meluap ke pemukiman warga hingga setinggi 1 meter.

“Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan jembatan penghubung antara Desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi dengan Desa Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo ambrol dan rusak berat,” papar Camat Sulistyowati.

“Sehingga akses jalan yang selama ini di gunakan untuk aktifitas warga di kedua Kabupaten itu terputus,” imbuhnya.

Bahkan menurut Camat Wongsorejo, banjir juga merendam lahan pertanian padi, jagung dan palawijaya seluas 10 hektar. Serta merendam tambak ikan bandeng milik pengusaha setempat.

“Luapan aliran sungai Bajulmati ini di sebabkan karena lahan pegunungan yang ada di sisi barat, tidak bisa menampung debit air hujan yang terus meningkat,” pungkas Camat Sulistyowati.

Sementara itu, pihak BPBD Banyuwangi beserta relawan Tagana turun ke berbagai wilayah tersebut untuk mendata jumlah rumah penduduk yang terdampak dan kerugian yang mereka derita.

Dari pantauan di lapangan, di sejumlah ruas jalan protokol Banyuwangi juga tergenang air akibat saluran yang ada tidak bisa menampung debit air hujan yang terus meningkat.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *