Reporter     : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Lebih dari 1.500 anak disabilitas memeriahkan Festival Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang di gelar Pemkab Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata, Selasa (27/2).

Dalam festival tersebut mereka saling unjuk kreasi menampilkan bakat dan keahliannya. Ada yang menjadi dalang, bermain catur, menari, hingga menjadi pendongeng.

Seperti yang dilakukan Nizam Pengestu Hidayatullah siswa SDLB Negeri Banyuwangi yang tengah asyik bermain catur melawan salah satu pengunjung. Nizam yang tuna netra terlihat serius berpikir sebelum memindahkan bidak-bidak caturnya. Setelah berpikir sesaat, Nizam sambil meraba bidak lalu memindahkannya.

Papan catur untuk tuna netra ini memang dibuat khusus, alasnya dibuat berlubang dan papan putih dan hitam diberi alas yang berbeda.

Melalui Facetime, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan festival ini menjadi ajang unjuk keterampilan dari anak-anak penyandang disabilitas. Mereka menampilkan berbagai bakat kepada publik.

“Festival ini adalah bagian dari rehabilitasi berbasis masyarakat. Pemkab pun sejak empat tahun terakhir telah mengalokasikan beasiswa khusus bagi disabilitas yang berprestasi,” papar Bupati Anas.

Banyak di antara mereka yang dinilai berprestasi. Seperti Dedi Mizwar yang juara Lomba Literasi tingkat nasional tahun 2017, juga Wahyono, qori terbaik tingkat nasional. Ada juga Eko Wahyu Prasetyo yang berhasil menyabet sebagai “Dalang” terbaik tingkat Jawa Timur.

“Saya sangat mengapresiasi dan sangat berbangga kepada mereka,” ungkap Bupati Anas.

Selain Nizam, ada sekolompok anak-anak ABK dari SLB PGRI Banyuwangi yang terdiri dari tuna grahita, tuna rungu dan tuna netra berkolaborasi dengan apik menyuguhkan pertunjukan wayang kulit.

Ada yang mendalang, lainnya mengiringi dengan tarian dan menyanyi. Lalu ada anak-anak tunagrahita bermain bocce (permainan bowling khusus) dan anak-anak tuna wicara asyik melukis dan mewarnai.

Hadir dalam festival ini artis Dewi Yull yang merupakan Duta Disabilitas. Dewi hadir untuk memberikan motivasi kepada anak-anak, orang tua dan guru tentang pola pengasuhan terbaik ABK berdasarkan pengalaman yang dimilikinya.

“Bagi saya anak-anak berkebutuhan khusus ini adalah anak-anak yang istimewa, mereka memiliki bakat dan potensi yang luar biasa,” ujar Dewi Yull.

Dewi Yull mengatakan, ini adalah Fetsival terbaik khusus ABK yang ada di Indonesia, karena dia melihat berbagai penampilan para ABK tersebut untuk menumbuhkan semangat dan percaya diri pada anak-anak.

“Sebagai duta disabilitas, saya merasa festival ini sangat menginpirasi untuk bisa ditiru daerah lain,” pungkas Dewi Yull.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *