Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Polres Banyuwangi menggerebek sebuah tempat kost yang di jadikan penyimpanan dan proses pengemasan benur atau bayi lobster, dengan di pimpin langsung Kapolres Banyuwangi, AKBP Donny Adityawarman, Selasa (27/2).

Turut serta, Kasat Reskrim AKP Sodik Efendi dan Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi beserta puluhan aparat kepolisian.

Rumah kost tersebut bertuliskan Guest House Executive terletak di kawasan Lingkungan Cungking Kelurahan Mojopanggung Kecamatan Giri, yang di dalamnya terdapat 14 unit kamar. Namun 3 kamar diantaranya di sewa oleh 5 orang pelaku untuk menampung benur, yang sekaligus untuk proses pengemasan benur kedalam plastic. Lalu di tempatkan ke dalam beberapa tas koper, yang siap di kirim ke luar daerah bahkan ke luar negeri.

Bahkan di dalam salah satu kamar, terdapat kolam balon berukuran cukup besar lengkap dengan peralatan mesin penghasil gelembung udara (Aerator). Sementara di kamar lain, di temukan ratusan plastic yang di gunakan untuk mengemas benur siap kirim. Harga sewa per kamarnya mencapai Rp 1.250.000 perbulan.

Kapolres AKBP Donny Adityawarman mengatakan, dari hasil penggerebekan ini di amankan 2 orang pelaku, Roby warga Banyuwangi dan Iwan warga Sapeken Madura. Sementara 3 orang pelaku lainnya tidak ada di tempat, namun kepolisian sudah mengantongi identitasnya dan kini masih di lakukan pengejaran.

“Menurut pengakuan kedua pelaku, benur titu di dapat dari perairan Madura juga perairan Banyuwangi serta dari berbagai perairan di sejumlah wilayah,” ujar Kapolres.

“Aksi yang di lakukan para tersangka itu cukup professional,” imbuhnya.

Hal itu di lihat dari berbagai peralatan yang di gunakan, hingga berhasil mengelabuhi para petugas baik di darat maupun di laut, untuk bisa mendapatkan benur benur tersebut.

“Sembari mengembangkan penyidikan, di TKP di beri police line agar tidak ada orang yang masuk,” tutur AKBP Donny Adityawarman.

Sementara untuk pemilik tempat kost tersebut kata Kapolres, pihaknya akan segera memanggilnya untuk di mintai keterangan mengenai keberadaan para pelaku di tempat tersebut, dan dikhawatirkan juga ada keterlibatan dari pemilik kost.

Sementara itu, Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, total benur yang di amankan dari penggerebekan ini adalah jenis pasir sebanyak 11.136 ekor dan jenis mutiara sebanyak 194 ekor, namun di ketahui mati sebanyak 29 ekor.

“Seluruh benur itu sudah di kemas dalam plastic dan siap untuk di kirim ke luar daerah,” ungkapnya.

AKP Subandi mengaku, sebelum di lakukan penangkapan, pihaknya melakukan pemantauan di lokasi sejak 5 hari lalu. Dan setelah di nyatakan memang benar di lokasi ada penyimpanan benur, maka langsung di lakukan penggerebekan.

“Dari beberapa pengungkapan kasus benur, yang paling menonjol adalah pada September 2017 lalu dengan diamankan 7 tersangka beserta barang bukti 46.000 ekor benur,” papar AKP Subandi.

Memasuki tahun 2018 tepatnya Januari, kembali di tangkap 1 tersangka dengan barang bukti 890 ekor benur.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *