Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pemkab Banyuwangi mengeluarkan Kartu Gandrung (Gerakan Asuhan Nyata pada Disabilitas, Resiko Tinggi, Usia Lanjut,Veteran Pensiunan dan Gravida) bagi para penyandang Disabilitas, yang bisa di pergunakan untuk mendapatkan kemudahan pelayanan public. Hal ini, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah di dalam memberikan perhatian kepada para disabilitas.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan kartu Gandrung ini dibagikan sebagai salah satu bentuk kemudahan bagi disabilitas untuk mengakses pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan.

“Pemilik kartu ini bisa lebih cepat mendapatkan layanan kesehatan ketika berobat. Mereka akan diprioritaskan dan akan ada petugas yang khusus melayani pemegang kartu ini,” papar Bupati Anas.

Bupati Anas melanjutkan, pembagian kartu Gandrung bagi disabilitas ini untuk mewujudkan kesehatan yang berkeadilan. Dengan memiliki Kartu Gandrung, mereka tidak perlu mengantre saat berobat di rumah sakit seperti para pasien lainnya.

“Nantinya ada petugas khusus yang melayani pasien difabel selama berobat,” imbuhnya.

Menurut Bupati Anas, kartu ini adalah salah satu implementasi dari Perda nomor 6 tahun 2017 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas. Dengan perda ini, satu persatu program untuk pemenuhan hak disabilitas terus di wujudkan pemerintah daerah.

“Tidak hanya keutamaan pada layanan kesehatan, fungsi dari kartu Gandrung juga diperluas,” ungkap Bupati Anas.

Diantaranya, pemegang Kartu Gandrung disabilitas akan dibebaskan biaya masuk ke tempat-tempat wisata di Banyuwangi. Kartu Gandrung ini hanyalah salah satu fasilitas dan program yang diberikan pemkab kepada para disabilitas.

“Selama ini, di sektor pendidikan pemkab telah menyediakan beasiswa hingga kuliah bagi disabilitas berprestasi, melalui program beasiswa Banyuwangi Cerdas,” tutur Bupati Anas.

Dia mengaku, dengan kemudahan ini di harapkan bisa menjadi penyemangat bagi difabel agar terus menghasilkan prestasi. Bagi yang memiliki prestasi apapun baik akademik, seni dan lainnya bisa mendaftar untuk mendapatkan beasiswa ini melalui sekolah masing-masing.

“Setiap tahun, alokasi beasiswa Banyuwangi Cerdas juga terus ditingkatkan,” pungkas Bupati Anas.

Program tersebut dimulai pada 2012 dengan alokasi dana yang terus meningkat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *