Yunus menyebut beberapa pengurus NU sebagai “Kiai Perampok”

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi – Terdakwa kasus pencemaran nama baik terhadap kyai NU, Yunus Wahyudi divonis hukuman penjara 4 bulan. Karena dianggap melanggar pasal 45 a ayat 2 dan pasal 28 ayat 2 undang undang informasi dan transaksi elektronik.

Pembacaan vonis terhadap Yunus disampaikan majlis hakim yang diketuai Saptono sarjana hukum,  dalam sidang putusan yang digelar rabu siang di pengadilan negeri Banyuwangi.

Menurut Saptono, Dengan mempertimbangkan saksi yang memberatkan dan saksi yang meringankan dalam persidangan, majlis hakim memutuskan untuk menjatuhi hukuman yunus 4 bulan penjara dipotong masa tahanan, karena dianggap terbukti melakukan ujaran kebencian.

Warga warga Dusun Kaliboyo Desa Kradenan Purwoharjo tersebut, sebelumnya dituntut oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Muhammad Arifin dan Ahmad selama 8 bulan kurungan penjara dengan dakwaan telah menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial terhadap pengurus PCNU Banyuwangi Masykur Ali dan Nanang Nur Ahmadi pada 11 September 2017 lalu.

Saat itu, Yunus menyebut beberapa pengurus NU sebagai “Kiai Perampok” karena yang telah menerima sejumlah aliran dana dari PT BSI selaku pengelola tambang emas Gunung Tumpang Pitu Pesanggaran Banyuwangi.

Sementara itu menyikapi putusan pengadilan, penasihat hukum terdakwa Yunus, Slamet Suharto mengaku masih pikir pikir apakah menerima atau melakukan upaya banding dalam menyikapi putusan hakim terhadap kliennya. Pihaknya akan menemui terdakwa dan berkoordinasi dengan anggota tim penasihat hukum yang lain untuk memutuskan upaya hukum selanjutnya.

Sejauh ini, lanjut Slamet, kliennya telah menjalani masa hukuman selama 3 bulan 1 minggu. Apakah pihaknya akan menempuh proses banding atau menerima putusan pengadilan tersebut dirinya akan berunding dengan terdakwa maupun anggota tim penasihat hukum lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *