Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Petugas Lapas Banyuwangi berhasil mengamankan seorang pengunjung yang kedapatan membawa ratusan butir pil koplo yang di simpan di dalam pembalut, dan hendak di kirim kepada suaminya yang di tahan atas kasus narkoba.

Seperti biasanya, di hari Selasa (6/3) adalah jadwal membesuk untuk para tahanan kasus narkoba. Demikian halnya yang di lakukan oleh Nurul Aini (33). Dia membesuk suaminya di Lapas Banyuwangi dengan membawa berbagai jenis makanan.

Saat di lakukan pemeriksaan di pintu masuk oleh Farah, salah satu CPNS Kementerian Hukum dan HAM, didapatkan sekitar 400 butir pil jenis Trihexyphenidyl yang di kemas 40 bungkus bekas kopi, masing  masing berisi 10 butir. Dan ratusan butir pil koplo tersebut, di sembunyikan di dalam pembalut yang sedang di pakainya.

Selanjutnya, para petugas lapas menggiring perempuan warga asli Dusun Harjokuncaran RT 08 RW 04 Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermaning Wetan Kabupaten Malang tersebut, ke dalam salah satu ruangan untuk di mintai keterangan.

Sementara, pihak lapas langsung menghubungi Satuan Reskoba Polres Banyuwangi guna pengembangan penyidikan.

Kepala Lapas Banyuwangi, Ketut Akbar Herry mengatakan, dari pengakuan perempuan tersebut, ratusan butir pil koplo itu hendak di berikan kepada suaminya, Sahrul (36) yang di tangkap Satreskoba Polres Banyuwangi pada 20 Juni 2017 lalu atas kepemilikan 2 paket sabu.

“Dia ditangkap di rumahnya di kawasan Dusun Tembok Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Banyuwangi,” ungkap Ketut.

“Majelis hakim Pengadilan Negeri Banyuwangi sudah memutuskan 5 tahun 6 bulan penjara terhadap Sahrul,” pungkas Kepala Lapas.

Sementara, Nurul Aini mengaku, dirinya di suruh oleh suaminya untuk menghantarkan obat obatan sediaan farmasi tersebut dengan berbagai cara agar bisa lolos masuk ke dalam Lapas Banyuwangi.

“Sebelum berkunjung ke lapas, ada seorang laki laki yang mengaku teman suami saya mendatangi saya di tempat kost sambil menyerahkan ratusan pil koplo itu,” tutur Perempuan yang kini bekerja sebagai penjaga tempat kost Villa Permata di kawasan Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi kota tersebut.

“Orang itu mengatakan jika pil itu adalah pesanan suami saya agar dihantarkan ke dalam lapas,” ungkapnya.

Hingga akhirnya, Nurul Aini menyembunyikan ratusan pil koplo ke dalam pembalutnya, supaya bisa lolos masuk ke dalam lapas.

Saat di konfirmasi, Sahrul mengakui jika dirinya menyuruh istrinya untuk membawakan ratusan butir pil koplo itu ke dalam lapas saat membesuk.

“Pil koplo itu hendak di jual kepada para tahanan dengan harga Rp 40.000 per plastic klip yang berisi 10 butir. Sedangkan saya membeli di luaran seharga Rp 25.000 per plastic klip,” papar Sahrul.

Padahal diakuinya, untuk mengedarkan pil koplo di dalam lapas sangat sulit dan itu di lakukannya secara sembunyi sembunyi.

“Ini sengaja saya lakukan karena terhimpit perekonomian keluarga,” tuturnya.

Dan uang hasil penjualan itu, sedianya akan di berikan kepada istrinya untuk menghidupi anaknya semata wayang yang kini sudah berusia 11 tahun.

Kasus ini, masih dalam penanganan pihak Satreskoba Polres Banyuwangi untuk di lakukan pengembangan penyidikan guna mengungkap jaringan dari Sahrul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *