Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Ratusan butir pil koplo kembali di amankan Satuan Reskoba Polres Banyuwangi dari tangan 3 pengedar, yang ada di wilayah Banyuwangi selatan.

Awalnya, aparat kepolisian menggerebek rumah yang ada di kawasan Dusun Bulusari RT 01 RW 01 Desa Jajag Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Disini, di temukan si pemilik rumah, Rendya Umardyansah (22) sedang transaksi pil koplo bersama temannya, Yongky Hardiansyah (24) warga Dusun Sidotentrem RT 01 RW 01 Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran Banyuwangi.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Muh.Indra Najib melalui KBO Narkoba, Iptu Suryono Bhakti mengatakan, saat di tangkap, tersangka Yongky Hardiansyah sedang memberikan sekitar 100 butir obat jenis Trihexyphenidyl kepada tersangka Rendya Umardyansah, yang sebelumnya di pesan.

“Keseratus pil itu di jadikan sebagai barang bukti kepolisian, beserta 2 unit ponsel milik kedua tersangka,” ujar Iptu Suryono.

Dia menjelaskan, kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan dan mengarah kepada seorang tersangka lainnya, yang di ketahui bernama Agung Rizki bertempat tinggal di Dusun Krajan RT 05 RW 03 Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng Banyuwangi.

“Kepolisian pun mengejar keberadaan laki laki berusia 25 tahun tersebut, yang di sebut sebut oleh kedua tersangka juga sebagai pengedar pil koplo kepada berbagai kalangan masyarakat,” papar Iptu Suryono.

“Kepolisian memanfaatkan jasa kedua tersangka tersebut untuk menghubungi Agung Rizki dengan berpura pura memesan pil koplo,” imbuhnya.

Setelah di sepakati lokasi pertemuannya di kawasan jalan raya jember tepatnya didepan dealer Honda Genteng di kawasan Kecamatan Genteng, kepolisian pun menyanggong tidak jauh dari TKP.

“Setelah sasaran sudah berada di lokasi, kepolisian langsung melakukan penangkapan dengan mengamankan barang bukti 530 butir pil Trihexyphenidyl, uang tunai Rp 50.000 dan 1 unit ponsel,” tutur Iptu Suryono.

Kini, ketiganya di gelandang ke Mapolres Banyuwangi guna mempertanggung jawabkan apa yang sudah di lakukannya.

Atas semua perbuatannya, ketiga tersangka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *