Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Kedapatan pesta miras di campur pil koplo, dua pemuda beserta seorang penjualnya di amankan aparat kepolisian Polsek Rogojampi Banyuwangi.

Awalnya, kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya dua pemuda yang sedang pesta miras dan di duga juga mengkonsumsi pil koplo di kawasan Pantai Blimbingsari masuk Desa Blimbingsari Kecamatan Blimbingsari. Setelah di cek di lokasi, sejumlah aparat kepolisian mendapatkan kedua pemuda yang di maksud tersebut saat sedang menenggak minuman keras.

Mereka adalah Muhammad Purwanto (21) warga Dusun Puspan Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi dan Made Kasiatno (21) warga Kecamatan Rogojampi. Saat di geledah, di dalam saku celana Made Kasiatno di temukan sebungkus rokok yang didalamnya terdapat 6 butir obat jenis Trihexyphenidyl, sedangkan dari saku Muhammad Purwanto di temukan dompet berisi uang senilai Rp 230.000.

Kepada petugas, Made mengaku ke 6 butir pil Trihexyphenidyl tersebut di beli dari Purwanto seharga Rp 1.800 per butir. Dan Purwanto sendiri juga mengakui jika telah menjual obat tersebut kepada Made. Sedangkan uang senilai Rp 230.000 tersebut merupakan uang hasil penjualan pil koplo kepada orang lain termasuk Made.

Sementara itu, Purwanto mengaku mendapatkan obat obatan tersebut dari seorang temannya, Noris Human (21), yang menyuruhnya untuk menjualkan 100 butir pil koplo di kawasan kecamatan Rogojampi dan Blimbingsari.

Dari hasil pengakuan Purwanto inilah, kepolisian melakukan penangkapan terhadap Noris di rumahnya di kawasan Dusun Krajan Desa Lemahbang Kulon Kecamatan Singojuruh Banyuwangi.

Dalam penggeledahan di lokasi ini, kepolisian mendapatkan barang bukti 126 butir obat dengan jenis yang sama. Dan Noris sendiri mengaku mendapatkan obat obatan itu dengan membeli kepada seseorang bernama Niko beralamatkan tidak jelas.

Dalam kasus ini, kepolisian resmi menahan Muhammad Purwanto dan Noris Human sebagai tersangka penjual pil koplo. Sedangkan Made Kasiatno hanyalah sebagai saksi, karena dia sebagai pembeli.

Kasus ini pun juga di tangani Satreskoba Polres Banyuwangi, guna pengembangan penyidikan lebih lanjut. Hal ini di akui oleh KBO Narkoba Polres Banyuwangi, Iptu Suryono Bhakti.

“Saat ini kami tengah mengembangkan kasus itu, untuk mengungkap jaringan dari kedua tersangka,” pungkas Iptu Suryono.

Sebagai barang bukti, diamankan sebotol plastic kecil berisi seperempat sisa miras jenis arak, 132 butir obat Trihexyphenidyl, dompet berisi uang Rp 230.000 dan 2 unit ponsel. Penahanan kedua tersangka di lakukan di Mapolsek Rogojampi.

Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *