Penunjukan sekdes sebagai pelaksana tugas tersebut bersifat sementara

Reporter : Daus VIS

radiovisfm.com, Banyuwangi – Pasca tertangkapnya kades Agus Tarmizi dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan polres Banyuwangi tanggal 24 Februari kemarin, kursi kepala desa Wonosobo mengalami kekosongan. Selama mengalami kekosongan tersebut, pelayanan publik di desa Wonosobo kecamatan Srono dilakukan oleh sekretaris desa sebagai pejabat sementara kades Wonosobo.

Kabag Tata Pemerintahan Desa pada pemkab Banyuwangi Abdul Azis Hamidi menuturkan, meski kades Wonosobo tersandung masalah hukum, pelayanan masyarakat harus tetap berjalan, sehingga pemkab Banyuwangi melalui camat Srono sudah menunjuk sekretaris desa sebagai penjabat sementara kades wonosobo. Penunjukan sekdes tersebut bertujuan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan.

Menurut Azis, penunjukan sekdes sebagai pelaksana tugas tersebut bersifat sementara. karena nantinya pemerintah kabupaten akan menunjuk satu orang sebagai PJ atau penjabat kades. Penunjukan PJ tersebut akan dilakukan setelah ada usulan dari Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Wonosobo terkait kekosongan kursi kepala desa. Dan hingga saat ini lanjut Azis, pihaknya masih belum menerima usulan penunjukan PJ kades Wonosobo pengganti Agus Tarmizi, dari BPD Wonosobo.

Sebelumnya, Agus Tarmizi terjaring operasi tangkap tangan Tim Saber Pungli Polres Banyuwangi di sebuah kafe di wilayah kecamatan Sempu Banyuwangi pada tanggal 24 Februari lalu.

Dalam penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 10 juta, yang diduga hasil pemerasan. Agus Tarmizi ditangkap ketika baru menerima uang 10 Juta rupiah dari Ahmad Turmudi, Kades Tegal Arum, Kecamatan Sempu melalui orang suruhan ahmad Turmuji yang bernama Hendri. Total uang yang diminta sebesar 50 juta, yang disebut sebut untuk penyelesaian masalah hukum yang dialami oleh Ahmad Turmuzi dalam kasus dugaan pungli dana program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL.

Karena sebelumnya, Ahmad Turmudi juga terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim saber pungli beberapa waktu lalu. Namun setelah sebagian uang diberikan, kasus Ahmad Turmuzi tak juga berhenti alias tetap berlanjut.
Hingga akhirnya Ahmad Turmuji melalui orang suruhannya bernama hendri melaporkan Agus Tarmizi ke polisi.

Sementara itu, Kasatreskrim polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi pada kamis siang mengatakan, hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan kasus Agus Tarmizi yang saat ini menyandang status tersangka dan ditahan di polres Banyuwangi. Karena terindikasi kasus tersebut juga melibatkan pihak lain. sangkaan sementara, polisi menduga Agus Tarmizi telah melakukan tindak pidana pemerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun dan atau penipuan, dengan ancaman hukuman 4 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *