Reporter          : Ilex Vis

radiovisfm.com, Banyuwangi – Forum Lintas Perangkat Daerah Banyuwangi, mulai menyusun rencana kerja (renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tahun anggaran 2019. Kegiatan yang diikuti seluruh kepala SKPD, camat, lurah, kepala desa se-Banyuwangi ini, digelar Ballroom Hotel Ketapang Indah, Kamis (8/3).

Pada forum tersebut, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, meminta SKPD dalam menyusun renja memfokuskan kepada program prioritas daerah, yakni pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian. Karena hal ini di nilai selaras dengan amanat Presiden RI yang berkali-kali mengingatkan anggaran bukan untuk pemerataan.

“Tetapi untuk program yang betul-betul prioritas yang bisa berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Bupati Anas.

Dalam menyusun renja, menurut Bupati Anas, sistem penganggaran harus berpedoman pada arahan Presiden, Mendagri, dan Gubernur, sehingga ada konektivitas kerja antara pusat dan daerah.

Bupati Anas mengintruksikan di bidang pendidikan, prioritas layanan dan kualitas pendidikan bisa tingkatkan. Sehingga dipastikan seluruh masyarakat Banyuwangi bisa menjangkau layanan pendidikan.

“Ditahun ini sudah tidak ada lagi bangunan gedung sekolah yang rusak atau yang tidak layak serta tidak ada lagi anak putus sekolah. Termasuk tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara di kota dan desa,” pinta Bupati Anas.

Sementara, untuk di bidang kesehatan, yang sangat fundamental untuk diselesaikan adalah pencegahan dan pengobatan beberapa kasus penyakit menular. Seperti TB Paru, diare, maupun deman berdarah.

“Dinas Kesehatan dengan Puskesmas serta jejaringnya saya iminta untuk segera menyiapkan penanganan kuratif dan preventif,” kata Bupati berusia 44 tahun tersebut.

Dia menambahkan, untuk mengoptimalkan skala prioritas tersebut perlu ditindaklanjuti dengan rapat internal di masing-masing SKPD, sehingga program-program prioritas bisa dipahami secara menyeluruh mulai dari pucuk pimpinan hingga staf.

Pasalnya, selama ini yang mengetahui program prioritas biasanya hanya atasannya saja sedangkan para staf tidak mengetahui, sehingga capaian programnya dianggap tidak optimal.

“Dengan adanya pertemuan ini, saya berharap capaian programnya bisa maksimal,” pungkas Bupati Anas.

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, menambahkan, forum ini merupakan agenda tahunan sebagai wadah untuk membahas prioritas program dan kegiatan yang dihasilkan dari Musrenbangcam.

“Sebagai agenda tahunan, kami berharap forum ini tidak menjadi seremonial semata, namun semakin baik kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun,” ungkap Wabup Yusuf.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi, Suyanto Waspotondo Wicaksono menambahkan, sebagai bahan pertimbangan, estimasi APBD Tahun 2019 sebesar Rp 2,95 triliun. Dimana dari total anggaran tersebut, 58 persen dialokasikan untuk belanja tidak langsung, 42 persen-nya dialokasikan untuk belanja langsung atau senilai Rp 1, 24 triliun.

“Kegiatan ini merupakan penentuan skala prioritas menjadi sangat penting agar angka tersebut bisa menggerakkan ekonomi Banyuwangi,” pungkas Suyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *