radiovisfm.com, Banyuwangi – Sebanyak 5000 ton beras impor dari Thailand di bongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, yang akan di pasok ke berbagai daerah di wilayah Pulau Bali dan Indonesia Timur.

Ribuan ton beras impor tersebut di angkut kapal MV Pegasus 01 berbendera Panama yang memiliki panjang 98,17 meter dengan berat 5552 GT. Selanjutnya, beras tersebut akan di titipkan di 5 gudang milik Bulog Banyuwangi.

Manager SDM, Umum dan Kesisteman pada PT Pelindo III Cabang Banyuwangi, Adi Nurcahya mengatakan, pembongkaran beras impor ini di lakukan sejak Senin (12/3) yang di rencanakan hingga 5 hari ke depan, namun tergantung cuaca.

“Jika cuaca mendung atau hujan maka pembongkaran di hentikan sementara dan akan di lanjutkan jika cuaca kembali membaik,” ujar Adi.

“Berdasarkan estimasi waktu, beras yang akan di bongkar di targetkan 1000 hingga 1500 ton setiap hari,” imbuhnya.

Adi mengaku, kapal itu sebenarnya bernagkat dari Ho Chi Munh City, Vietnam namun yang di angkut adalah beras impor dari Thailand. Dan sebelum bongkar muat, kapal tersebut sudah di periksa oleh Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Tanjung Wangi Banyuwangi dan Pelindo III, seputar surat surat dan pengambilan sample beras import.

“Setelah di simpan di gudang bulog Banyuwangi, nantinya beras impor ini akan di distribusikan ke wilayah Indonesia Timur,” tutur Adi.

Lebih lanjut Adi mengatakan, hingga saat ini sudah ada dua kapal yang mengangkut  beras import melakukan pembongkaran di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi.

Sebelumnya, beras impor dari Vietnam sebanyak 20 ribu ton yang di angkut kapal MV.Vinaship Diamond, yang merupakan alokasi pengiriman beras impor di wilayah Jawa Timur sebesar 150.000 ton.

“Dengan rincian, di bongkar di Pelabuhan Tanjung Wangi sebanyak 20.000 ton dan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 130.000 ton,” pungkas Adi.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *