radiovisfm.com, Banyuwangi – Diduga mengedarkan pil koplo, dua pelajar di Banyuwangi beserta seorang bandarnya di tangkap kepolisian.

Kedua pelajar tersebut berinisial MF (17) warga Desa Parijatahkulon Kecamatan Srono dan SE (17) warga Desa Parijatahwetan Kecamatan Srono. Sementara, selaku bandarnya adalah Mikiano Adi Suripta (20) warga Dusun Sukolilo RT 02 RW 03 Desa Sukomaju Kecamatan Srono.

Kasus ini berawal dari terjadinya keributan antar pemuda Parijatahwetan dengan pemuda Bongkoran di kawasan Dusun Melik Desa Parijatahkulon saat melihat kesenian janger, di rumah salah satu warga yang sedang hajatan. Saat itu, keributan ini bisa di lerai oleh petugas pam di lokasi dan kemudian masing masing dari kelompok pemuda tersebut membubarkan diri meninggalkan lokasi janger.

Rupanya, kawanan pemuda dari Parijatahwetan tidak langsung pulang kerumah namun bergerombol di pinggir jalan yang mengarah ke Bongkoran untuk mencegat para pemuda Bongkoran yang sebelumya terlibat keributan. Mereka juga menenggak minuman keras jenis tuak yang telah di persiapkan sebelumnya. Bahkan, mereka menutup akses jalan setempat sehingga warga yang akan melintas menjadi takut.

Dengan adanya kondisi ini, salah satu warga memberitahu kepada petugas Pam Janger lalu di tindak lanjuti dengan menghubungi penjagaan Mako Polsek Srono. Setelah mendapat laporan tersebut, sejumlah aparat kepolisian Polsek Srono menuju ke lokasi.

Melihat adanya kehadiran aparat kepolisian, mereka membubarkan diri namun salah satu pemuda berhasil di amankan yang di ketahui bernama Iwan. Saat di periksa kepolisian, di dalam saku celananya ditemukan 11 butir pil Trihexyphenidyl yang di kemas plastic klip.

Setelah diinterograsi, Iwan mengaku mendapatkan pil tersebut dengan membeli kepada SE yang masih berstatus sebagai pelajar. Kepolisian pun mengejar keberadaan SE, dan setelah ditangkap dia mengaku memperoleh pil koplo itu dari temannya sesama pelajar, MF. Dia pun tertangkap di rumah nya dan saat dilakukan pemeriksaan, di saku celananya ditemukan bungkusan plastic berisi 459 butir pil jenis yang sama dan uang tunai Rp 60.000.

MF pun mengaku, pil itu di peroleh dari bandarnya, Mikiano Adi Suripta yang berhasil di tangkap di depan kantor Desa Sukomajo Kecamatan Srono. Dilakukan pemeriksaan kepolisian, di baju maupun celana tersangka tidak di termukan barang bukti apapun. Lalu kepolisian melakukan pengambangan penyidikan dengan mendatangi rumah tersangka, hingga di temukan 1 plastik berisi 118 butir pil Trihexyphenidyl.

Dan selanjutnya, ketiga tersangka tersebut di gelandang ke Mapolsek Srono guna pengembangan penyidikan. Sementara, kasus ini juga di laporkan dan di kembangkan oleh Satreskoba Polres Banyuwangi.

Saat di konfirmasi, KBO Narkoba, Iptu Suryono Bhakti membenarkan adanya penangkapan ketiga tersangka tersebut yang kini masih dalam proses penyidikan.

“Total barang bukti yang di amankan 588 butir Pil trihexyphenidyl dan uang tunai sebesar Rp 60.000,” tutur Iptu Suryono.

“Meskipun kedua tersangka itu masih berstatus pelajar, namun proses hukum terus berjalan,” ungkapnya.

Dan ketiganya di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *